Lukisan Pasien Gangguan Jiwa RSJ. Naimata Kupang Jadi Highligth Pamerkan Pendidikan Internasional

Pemeran Pendidikan tersebut yang ke enam diselenggarakan oleh International Relationship Office (IRO) Undana, berlangsung selama dua hari

Lukisan Pasien Gangguan Jiwa RSJ. Naimata Kupang Jadi Highligth Pamerkan Pendidikan Internasional
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Stefanus Tahu salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang menunjukkan lukisan wajah Gubernur Viktor Bingtilu Laiskodat hasil karya di Undana Kupang. Jumat (5/4/2019). 

Lukisan Pasien Gangguan Jiwa RSJ. Naimata Kupang Jadi Highligth Pamerkan Pendidikan Internasional

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Lukisan-lukisan Stefanus Tahu, salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang menjadi sorotan dalam Pameran Pendidikan Internasional. Salah satu lukisan yang dipamerkan ialah wajah Gubernur Viktor Bingtilu Laiskodat.

Pemeran Pendidikan tersebut yang ke enam diselenggarakan oleh International Relationship Office (IRO) Undana, berlangsung selama dua hari Jumat (5/4/2019) sampai besok, Sabtu (6/4/2019), di Gedung Pascasarjana Undana.

"Tahun ini lebih banyak vendor-vendor beasiswa kuliah yang terlibat. Juga yang menjadi highligth dalam pameran kali ini ialah lukisan-lukisan karya Stefanus Tahu," ungkap Ketua Panitia Silvia Mandaru, di sela kegiatan.

Imakulata Bete, Koordinator Rehabilitasi Mental RSJ. Naimata Kupang yang mendampingi Stefanus mengatakan, dirinya sangat senang Stefanus bisa berkesempatan memamerkan hasil karya.

Pemerintah Perlu Perbanyak Event Di Kelimutu

Kepsek SDI Laipori Sumba Timur : Taman Bacaan Rama Anak Sebagai Berkat

Intip Yuk! Ramalan Zodiak Bagi Para Jomblo di Akhir Pekan Sabtu 6 April 2019, Pisces Tergoda Mantan!

"Di Naimata kami sediakan kanvas untuk dia, sudah ada banyak lukisan yang dia hasilkan. Ada lukisan pemandangan dan wajah orang," ungkap Imakulata.

Ia menjelaskan, di RSJ. Naimata menyediakan wadah bagi para pasien gangguan jiwa untuk berkreasi. Di antaranya tenun, lukis, menanam dan macam-macam. "Itu semua merupakan bagian dari pembinaan mental mereka," ujarnya.

Terkait kondisi Stef, Imakulata mengatakan, perkembangannya sangat baik. Saat ini Stef mulai normal dan emosinya lebih stabil.

Ditemui POS-KUPANG.COM, Stefanus tampak asyik melukis. Sesekali ia tersenyum memandangi lukisannya. Ada titik-titik cat di jemari dan kemeja biru yang ia kenakan.

"Saya suka melukis, dari dulu," ungkap Stef sembari mengusap butiran keringat yang mengalir di dahi dan pipinya.

Stef menceritakan, ia pernah berkuliah di Undana di Fakultas Hukum, pada tahun 2003 hingga 2007. Beberapa minggu setelah tamat kuliah ia seringkali mengalami sakit yang tidak diketahui persis apa sebabnya.

Sempat sembuh, Stef merantau ke Bali. Di sana ia bekerja sebagai wartawan pada salah satu Surat Kabar Mingguan. Baru bekerja selama sebulan, penyakitnya kambuh. Stef lalu pulang ke Kupang lalu dirawat di Rumah Sakit Johanez Kupang.

Setelah itu ia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang sampai dengan saat ini. "Setiap hari saya hanya melukis saja. Saya senang ada kesibukan," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laut Markus Goti)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved