Kriminalitas

Sadis! Guru Honorer Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Koper Lalu Dibuang di Sungai, Kepalanya Hilang

Sadis! Guru Honorer Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Koper Lalu Dibuang di Sungai, Kepalanya Hilang, diduga bermotif asmara

Sadis! Guru Honorer Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Koper Lalu Dibuang di Sungai, Kepalanya Hilang
Surya
Sadis! Guru Honorer Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Koper Lalu Dibuang di Sungai, Kepalanya Hilang, diduga bermotif asmara 

Sadis! Guru Honorer Dibunuh, Jasadnya Dimasukkan Koper Lalu Dibuang di Sungai, Kepalanya Hilang, diduga bermotif asmara

POS-KUPANG.COM - Isi chat WhatsApp (WA) terakhir Budi Hartanto (28), guru honorer asal Kabupaten Kediri, yang mayatnya ditemukan termutilasi tanpa kepala di dalam koper diungkap keluarga.

Menurut paman korban, guru honorer itu sempat berkomunikasi dengan seorang rekannya melalui WhatsApp (WA), Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB. 

"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," ungkap Nasuha, paman korban kepada wartawan Surya.co.id, Rabu (3/4/2019) malam.

Namun setelah kontak terakhir, HP (ponsel) milik korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.

Seperti diberitakan, mayat dalam koper yang dalam kondisi termutilasi di pinggir bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) ternyata bernamaBudi Hartanto (28) warga Jl Tamansari, Kota Kediri.

Sudarmaji (54), ayah Budi, telah berangkat mendatangi RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar untuk mengecek kondisi mayat anaknya.

Nasuha, paman korban mengemukakan, pihak keluarga diberitahu tentang penemuan mayat dalam koper oleh petugas kepolisian.

"Tadi siang keluarga diberitahu terkait penemuan mayat korban mutilasi di dalam koper.

(Foto kiri) detik-detik penemuan koper berisi potongan mayat yang diduga mayat guru honorer asal Kediri. Foto kanan : Korban semasa hidup
(Foto kiri) detik-detik penemuan koper berisi potongan mayat yang diduga mayat guru honorer asal Kediri. Foto kanan : Korban semasa hidup (kolase)

Sekarang orangtuanya telah berangkat untuk mengecek ke kamar mayat RSUD Mardiwaluyo, Blitar," ungkap Nasuha, Rabu (3/4/2019).

Sejauh ini pihak keluarga tidak pernah mendapati hal yang aneh pada korban. 

"Orangnya pendiam, sehari-hari korban menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati mengajar mata pelajar Kesenian," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved