Kopdit Swasti Sari Gelontorkan Rp 515 Juta Untuk Petani Jagung di Kodi

Kopdit Swasti Sari gelontorkan Rp 515 juta untuk Petani Jagung di Kodi

Kopdit Swasti Sari Gelontorkan Rp 515 Juta Untuk Petani Jagung di Kodi
POS-KUPANG.COM/GERARDUS MANYELLA
Kadis Nakertrans dan Koperasi Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona (keempat kanan) melakukan panen raya jagung hasil dampingan Kopdit Swasti Sari, WVI dan Nufarm di Desa Kapaka Madeta, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (4/4/2019). 

Kopdit Swasti Sari gelontorkan Rp 515 juta untuk Petani Jagung di Kodi

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari menggelontorkan dana sebesar Rp 515 juta untuk petani jagung di Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya ( SBD ).

Penyaluran dana dalam bentuk kredit ringan itu dilakukan sepanjang Oktober 2018-Januari 2019. Dana itu digunakan kelompok tani untuk budi daya jagung hibrida di atas lahan seluas 500 ha yang digelar panen raya di Desa Kapaka Madeta, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),Kamis (4/4/2019).

Kementerian Pariwisata Fasilitasi SMKN 1 Kupang Uji Kompetensi

Panen raya dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona yang mewakili Gubernur NTT, Kadis Koperasi Kabupaten SBD, Mikael Lebde Dake, Kepala Bappeda Sumba Barat Daya, Ir. Jhon Oktovianus, mewakili Bupati SBD, tokoh masyarakat yang juga Bupati Terpilih SBD, dr. Kor elius Kodi Mete, Kadis Pertanian SBD, Herman G Ate, Kepala BPS, General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, General Manager WVI NTT, Eben Ezer Senbiring, serta mitra dari WVI,Nufram,pejabat dari Kabupaten SBD, TNI, Polri serta masyarakat Kodi.

Saat Sidang, Steve Emmanuel Bertemu Awak Media dan Sampaikan Pernyataan Tertulis Keluarga

HRD Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Wahana Visi In donesia (WVI) dan Nufarm memberikan pendampingan kepada 600 orang petani yang tergabung dalam 26 kelompok tani yang membudidayakan jagung hibrida di atas lahan seluas 500 ha.

GM Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan menjelaskan, Kopdit Swasti Sari menyiapkan modal dalam bentuk kredit ringan sebesar Rp 515 juta kepada kelompok tani.

Diduga Tipu Bos Maspion Group, Mantan Wagub Bali Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

Dana itu baru dapat dikembalikan pasca panen, artinya setelah menjual hasil baru petani mulai mengembalikan kredit dengan bunga ringan. Sedangkan mitra Nufram dan WVI menangani pendampingan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) petani, bibit, obat-obatan dan jasa pertanian.

Kolaborasi seperti ini, kata Yohanes, akan terus dilakukan sehingga koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia betul-betul terlaksana. Kopdit Swasti Sari bersama mitra, juga berupaya mencarikan pasar yang dapat menguntungkan pertani.

Dengan demikian, spirit petani mengembangkan jagung hibrida dan jenis lainnya, terus meningkat. Tentunya pasar pasca panen juga harus menjadi perhatian pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi.

Ketua Kopdit Swasti Sari, Martinus Seran mengaku bangga dengan kolaborasi membangun masyarakat sejahtera dari Kopdit Swasti Sari, WVI dan Nufarm. Koperasi, katanya, bukan kumpulan konglomerat tapi kumlulan orang-orang kecil yang punya semangat seperti petani di Kodi.

Halaman
123
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved