Ini Tujuan Penulisan Buku Manusia dan Budaya Di Sekililing Taman Nasional Kelimutu

Buku manusia dan budaya di sekelilingi TN Kelimutu merupakan upaya Taman Nasional untuk pengelolahan kawasan konservasi Taman Nasional itu

Ini Tujuan Penulisan Buku Manusia dan Budaya Di Sekililing Taman Nasional Kelimutu
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kepala Taman Nasional Kelimutu, Agus Sitepu Memperlihatkan Buku Yang Baru Diluncurkan, Kamis (4/4/2019). 

Ini Tujuan Penulisan Buku Manusia dan Budaya Di Sekililing Taman Nasional Kelimutu

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Buku manusia dan budaya di sekelilingi TN Kelimutu ini merupakan salah satu upaya Taman Nasional untuk pengelolahan kawasan konservasi Taman Nasional Kelimutu yang berbasis budaya masyarakat setempat yang telah berinteraksi sejak lama secara turun menurun.

Kepala Taman Nasional Kelimutu, Agus Sitepu mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (4/4/2019) di Ende.

Buku ini memberi banyak informasi dan pengetahuan mengenai adat dan budaya masyrakat di sekeliling Taman Nasional di Kelimutu baik di lingkup Flores maupun secara khusus di sekitar Kelimutu yang dapat menjadi sarana promosi dan publikasi serta dapat menjadi buku panduan untuk mengunjungi Taman Nasional Kelimutu.

Penutupan Sementara Taman Nasional Kelimutu Langkah Tepat

Gaya penulisan bercerita dalam buku ini dengan desain layout yang artistik di harapkan akan lebih menarik orang untuk membaca dan mengunjungi Taman Nasional Kelimutu. Penggunaan dua bahasa dalam buku ini yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan memperluas segmen pembacanya dan menjawab kebutuhan berbagai stakholder akan materi promosi wisata indonesia diluar negeri.

Agus mengatakan bahwa kehidupan masyarakat Lio yang ada di sekitar Taman Nasional Kelimutu tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Danau Kelimutu yang ada didalam kawasan Taman Nasional karena keduanya saling berinteraksi dan berkaitan erat.

Danau Kelimutu dianggap masyarakat Lio sebagai tempat bersemayamnya arwahnya para leluhur mereka dengan berbagai cerita dan upacara adatnya.

Pelaku Pariwisata Tolak Semenisasi di Taman Nasional Kelimutu

Budaya yang berkembang di sekeliling Taman Nasional Kelimutu adalah interaksi manusia dengan alamnya termasuk flora dan fauna didalamnya selain terwujud dalam cerita rakyat juga produk budayanya seperti pahatan rumah adat di kampung maupun gambar yang ada di kain tenun. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved