Expo Perumahan Terbesar di Kota Kupang Dengan Harga Lama Untuk Rumah Subsidi

Dalam Bank NTT REI Expo, rumah subsidi yang ditawarkan kepada masyarakat masih menggunakan harga lama yakni Rp 148.500.000.

Expo Perumahan Terbesar di Kota Kupang  Dengan Harga Lama Untuk Rumah Subsidi
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Pembukaan Bank NTT REI Expo 2019

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bank NTT REI Expo menjual rumah subsidi dengan harga yang lama yakni Rp 148.500.000/unit, padahal harga rumah subsidi sudah naik menjadi Rp 158 juta/unit. Pada hari kedua ini telah terjual 28 unit rumah dengan total transaksi sebesar Rp 4,1 miliar.

Dalam Bank NTT REI Expo diikuti 19 developer dengan 38 lokasi perumahan yang tersebar di NTT. Target transaksi Rp 45 miliar dengan 250 unit rumah.

"Kami masih menggunakan harga spesial karena masih menggunakan harga lama meskipun harga baru untuk rumah subsidi yakni Rp 158 juta/unit. Saya mengharapkan masyarakat bisa menggunakan kesempatan ini untuk memiliki rumah dengan datang ke Bank NTT REI Expo. Kalau dilihat dari perkembangan hari ini, saya memperkirakan bagus. Sampai saat ini sudah terjual 28 unit rumah dengan nilai Rp 4,1 miliar," kata Ketua DPD REI NTT, Bobby Thinung Pitoby di sela-sela kegiatan Bank NTT REI Expo, Rabu (2/4/2019).

Kasus Pencurian Komodo, Pimpinan DPRD NTT Sinyalir Libatkan Jaringan Internasional

Kodi Mete Jadi Anggota Kopdit Swasti Sari

Sebelumnya, Bobby pada acara pembukaan mengatakan, angka kebutuhan rumah di NTT masih cukup tinggi. "Pemerintah dan semua pihak perlu bekerja sama mengatasi hal ini. Backlog atau kesenjangan antara sebanyak 90.538 unit rumah sedangkan rumah tidak layak huni 340 ribu lebih.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni, kata Bobby, perlu ada kerja sama dengan semua pihak, baik dari REI, Pemerintah, perbankan dan pihak lainnya.

Dia mengungkapkan, salah satu kendala untuk memiliki rumah subsidi yakni Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Ini jadi kendala bagi masyarakat berpenghasilan rendah karena pada saat mereka mau membeli rumah, pajak yang harus dibayar cukup besar nilainya. Pajak ini tentunya ditanggung oleh pembeli. Sedangkan uang muka sudah diturunkan oleh pemerintah sehingga hanya satu persen atau sekitar Rp 1,5 juta saja sudah bisa memiliki rumah," paparnya.

Bobby menyebutkan sebagian masyarakat berpenghasilan rendah di NTT sanggup untuk membayar cicilan sebesar Rp 900 ribu setiap bulan selama dua puluh tahun karena pemerintah pusat sudah mengemasnya secara baik. Akan tetapi yang jadi kendalanya adalah ketika harus membayar uang muka yang nilainya bisa mencapai Rp 11 juta hingga Rp 15 juta.

"Hal ini yang membuat penyerapan akan rumah itu menjadi rendah. Apabila pemerintah daerah punya kebijakan yang baik perihal BPHTB, masyarakat NTT akan merasa sangat terbantu untuk memiliki rumah," ujarnya sambil menambahkan, saat ini DPD REI NTT sudah masuk di 19 kabupaten dan kota di NTT.

Gara-Gara Foto Selfie Bugil Ibu Guru Cantik Ini Sampai ke Murid Pria, Ibu Guru Muda Inipun Sengsara

Dianggap Jutek, Perempuan Pemilik 4 Zodiak ini Ternyata Ramah lho! Capricorn Nomor Satu

"Saya yakin sebelum akhir tahun kita bisa masuk di semua kabupaten yang ada di NTT."

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved