Sidang Perdana Skandal Korupsi 1MDB Digelar, Najib Razak Disambut Teriakan Hidup Najib!

Sidang perdana skandal korupsi 1MDB digelar, Najib Razak disambut teriakan hidup Najib!

Sidang Perdana Skandal Korupsi 1MDB Digelar, Najib Razak Disambut Teriakan Hidup Najib!
KOMPAS.com/AFP/MOHD RASFAN
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hadir dalam sidang perdana skandal korupsi 1MDB yang menyeretnya pada Rabu (3/4/2019). 

Sidang perdana skandal korupsi 1MDB digelar, Najib Razak disambut teriakan hidup Najib!

POS-KUPANG.COM | KUALA LUMPUR - Pengungkapan skandal korupsi yang mengejutkan dunia 1Malaysia Development Berhad ( 1MDB) telah memasuki persidangan.

Mantan Perdana Malaysia Najib Razak sebagai terdakwa hadir dalam sidang yang digelar di Kuala Lumpur pada Rabu waktu setempat (3/4/2019).

Pamer Barang Mewah, Selebgram Ditangkap atas Dugaan Pencucian Uang

Diwartakan Channel News Asia, mengenakan setelan jas biru gelap, Najib sempat menyapa pendukungnya dan berhenti sejenak untuk memanjatkan doa sebelum memasuki ruang sidang.

"Hidup Najib!" Begitulah teriakan yang dilontarkan dari para pendukung mantan PM berusia 65 tahun itu ketika dia datang ke gedung pengadilan.

Kekebalannya Dicabut, Pemimpin Oposisi Venezuela Terancam Hadapi Tuntutan Kriminal

Dilaporkan AFP, Najib langsung duduk di kursinya dan menegaskan dia tidak bersalah dalam skandal yang menyebabkan kerugian hingga 4,5 miliar dollar AS, atau Rp 63,9 triliun itu.

Sambil tersenyum, Najib menghadapi tujuh dakwaan yang disidangkan hari ini, di antaranya adalah pasal pencucian uang dan penyalahgunaan jabatan.

Upaya tim kuasa hukumnya untuk melakukan penundaan sidang dengan mengisi pengajuan pemberitahuan mosi menentang dakwaan yang diajukan pun kandas.

Dalam sidang perdana ini, materi pemeriksaan bakal difokuskan kepada aliran dana mencurigakan sebesar 42 juta ringgit, sekitar Rp 146,2 miliar.

Dana itu dialirkan dari SRC International yang merupakan anak usaha dari 1MDB dengan dugaan menuju rekening pribadi Najib. Setidaknya enam negara termasuk AS, Singapura, dan Swiss menyelidiki dugaan penipuan dan pencucian uang dari lembaga yang didirikan Najib pada 2009 itu.

Fahmi Reza, seniman yang dipenjara dan didenda karena membuat karikatur menyindir Najib berkata, sudah saatnya sang mantan PM "berhadapan dengan keadilan".

"Hari ini, tiba giliran Anda untuk dihadapkan pada pengadilan berkenaan dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan selama Anda berkuas," kata Fahmi.

Penyelidikan 1MDB kembali dibuka setelah Mahathir Mohamad yang notabene guru politik Najib, turun gunung dan mengalahkannya dalam pemilu Mei 2018.

Total, Najib mendapatkan 42 dakwaan dan jika terbukti bersalah di semua dakwaan tersebut, dia terancam dipenjara selama lebih dari 100 tahun. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved