Saat Meninjau Tambak Garam, Bupati Malaka Klarifikasi Berbagai Tuduhan

Saat meninjau lokasi tambak garam, Bupati Malaka klarifikasi berbagai tuduhan

POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama pimpinan perangkat daerah meninjau lokasi lokasi tambak dan industri garam di lokasi Rabasa, Rabu (3/4/2019). 

Saat meninjau lokasi tambak garam, Bupati Malaka klarifikasi berbagai tuduhan

POS-KUPANG.COM | BETUN - Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama pimpinan perangkat daerah meninjau lokasi lokasi tambak dan industri garam di lokasi Rabasa dan Weseben, Rabu (3/4/2019).

Bupati meninjau progress pekerjaan tambak garam pasca perintah lisan dari Gubernur NTT pekan lalu untuk melanjutkan kegiatan tambak garam.

Bank NTT Cabang Maumere Prakarsai Pelatihan Pengolahan Sampah

Dalam peninjauan tersebut, Bupati juga mengklarifikasi ke pihak PT IDK terkait sejumlah tuduhan dari segelintir orang yang menyebut PT IDK merusakan mangrove, merusak tanaman pertanian, mencaplok lahan masyarakat dan tuduhan lainnya.

Dari PT IDK yang dijelaskan Natalia Seran mengatakan, PT IDK melaksanakan kegiatan investasi tambak dan industri garam sesuai prosedur yang berlaku. PT IDK tidak pernah merusak hutan, tidak merusak lahan pertanian dan tidak mencaplok lahan masyarakat.

Tak Punya Komputer, SMAN 1 Golewa Numpang UNBK di SMPN 2 Bajawa

Pada kesempatan itu, Bupati menanyakan sejumlah hal kepada PT IDK seperti jumlah tenaga kerja, tahapan pekerjaan di tambak garama Weseben dan jumlah produksi garam.

Atas pertanyaan dari Bupati Stef, perwakilan PT IDK Kabupaten Malaka, Natalia Seran menjelaskan, saat ini PT IDK mempekerjakan tenaga lokal sebanyak 101 orang dengan upah sesuai dengan upah minimum provinsi.

Selain itu, tahapan pekerjaan lokasi tambak garam Weseben sedang dalam pembersihan lahan. Selanjutnya pembuatan pematang dan akan dipanen Oktober 2019 sesuai janji Gubernur NTT. Kemudian, lanjut Natalia, jumlah produksi garam 100 ton per hektare. Total lahan yang digarap saat ini baru kencapai 300 hektare, rincian 286 hektare di Weseben dan 34 hektare di Rabasa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved