Presiden Trump Nyatakan Perbatasan dengan Meksiko 100 Persen Ditutup

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (2/4/2019), menyatakan siap 100 persen menutup perbatasan AS dan Meksiko.

Presiden Trump Nyatakan Perbatasan dengan Meksiko 100 Persen Ditutup
KOMPAS.com/JIM WATSON
Presiden AS Donald Trump 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (2/4/2019), menyatakan siap 100 persen menutup perbatasan AS dan Meksiko.

Trump juga memperingatkan Kongres dan pemerintah negara-negara Amerika Tengah untuk bertindak memangkas arus imigran ke Amerika Serikat. "Ini adalah kondisi darurat nasional di perbatasan," ujar Trump.

Jika Meksiko, lanjut Trump, tidak menghentikan imigran yang transit di negeri itu dan jika Kongres tak bertindak maka dia akan menutup perbatasan.

Seorang Ayah Hadiahi Putrinya Berlian Langka Senilai Rp 195 Miliar

"Perbatasan akan ditutup, 100 persen," tambah Trump. "Tentu saja penutupan ini akan memberi dampak negatif bagi perekonomian. Bagi saya keamanan jauh lebih penting dsri perdagangan," ujar Trump.

Trump menambahkan, Partai Demokrat menghalangi reformasi demi kepentingan politik tetapi bisa menyelesaikannya dalam 45 menit.

Pulang ke Solo, Jokowi Temani Jan Ethes Main di Mal

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen telah meminta Kongres untuk memberi wewenang kepada petugas perbatasan untuk memulangkan para imigran Amerika Tengah termasuk anak-anak yang datang sendirian.

Ancaman untuk menutup perbatasan, yang menghasilkan perdagangan bernilai 612 miilar dollar AS pada 2018, dikhawatirkan memengaruhi ekonomi dan menuai peringatan dari para sekutu presiden.

"Menutup perbatasan bisa mendatangkan dampak amat buruk bagi perekonomian negara ini dan saya berharap kita tak perlu melakukannya," kata pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnel.

Seruan McConnel didukung Kamar Dagang yang mengatakan penutupan perbatasan akan memberi dampak ekonomi yang buruk bagi keluarga, pekerja, petani, dan industri di Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan, sudah bertemu dengan Menlu AS Mike Pompeo membahas masalah ini.

Ebrard menyebut, Pompeo menjamin perbatasan kedua negara tidak akan ditutup. "Hingga hari ini, Menlu AS dan timnya mengatakan kepada kami, penutupan perbatasan bukan kebijakan yang akan mereka ambil," ujar Ebrard dalam sebuah jumpa pers.

Di sisi lain, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan tengah bersiap menghadapi kemungkinan penutupan beberapa titik perbatasan.

Selain itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengerahkan para stafnya untuk menangani banjir imigran dari Guatemala, Honduras, dan El Salvador yang bisa mencapai 100.000 orang per bulan. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved