Presiden Aljazair Akhirnya Mengundurkan Diri Setelah 20 Tahun Berkuasa

Aksi protes massa yang digelar selama berminggu-minggu akhirnya membuat Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflikamengundurkan diri.

AFP via BBC
Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika. 

POS KUPANG.COM - - Aksi protes massa yang digelar selama berminggu-minggu akhirnya membuat Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflikamengundurkan diri.

Diwartakan BBC, Selasa (2/4/2019), mundurnya pria berusia 82 tahun itu sekaligus membatalkan rencana untuk mencari masa jabatan kelima.

Dia telah berkuasa selama 20 tahun. Namun militer Aljazair yang kuat telah menyatakan, Bouteflika tak lagi mampu melaksanakan tugasnya.

Tukang Ojek Ditemukan Tewas di Gang

Dia menderita stroke pada enam tahun lalu dan jarang muncul di depan umum sejak itu, serta beraktivitas dengan menggunakan kursi roda.

"Presiden republik, Abdelaziz Bouteflika, telah secara resmi memberi tahu presidenn dewan konstitusi mengenai keputusannya untuk mengakhiri mandat sebagai presiden republik," demikian bunyi pernyataan tentang pengunduran dirinya.

"Saya mendapat kehormatan untuk secara resmi memberi tahu kalian tentang keputusan saya mengakhiri masa jabatan sebagai presiden terpublik mulai hari ini, Selasa," katanya, seperti dilaporkan kantor berita APS.

"Keputusan ini saya ambil dari dalam jiwa dan hati nurani saya untuk berkontribusi pada ketenangan hati dan pikiran rekan-rekan saya untuk membawa Aljazair menuju masa depan lebih baik sesuai cita-cita," lanjutnya.

Seperti diketahui, tekanan semakin meningkat sejak Februari lalu ketika demonstrasi pertama dipicu oleh pengumuman Bouteflika yang berniat untuk masa jabatan kelima.

Puluhan ribu orang berunjuk rasa di seluruh negeri pada 1 Maret lalu. Banyak demonstran muda yang menginginkan sistem pemerintahan baru.

Bouteflika pun dituding digunakan sebagai front oleh "le pouvoir" atau sekelompok pengusaha, politisi, dan pejabat militer untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, pengumuman pengunduran dirinya memicu kegembiraan di ibu kota.

Klakson mobil terdengar riuh di jalan-jalan, kerumunan orang mengibarkan bendera dari rumah mereka, dan berkumpul di pusat kota Aljir.

Salah satu pemimpin aksi protes, Mustapha Bouchachi, mengatakan kepada Reuters, keputusan Bouteflika untuk mundur akan tidak mengubah apa pun dan protes akan terus berlanjut. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved