Pelayanan Pasien dengan Jamkesda dan KTP - e di RSU SK Lerik Segera Berakhir

saat ini pihaknya masih menunggu data masyarakat kurang mampu dari kelurahan yang diserahkan ke Dinas Sosial Kota Kupang.

Pelayanan Pasien dengan Jamkesda dan KTP - e di RSU SK Lerik Segera Berakhir
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dr I W Ari Wijana S Putra, M.Si 

Pelayanan Pasien dengan Jamkesda dan KTP - e di RSU SK Lerik Segera Berakhir

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Pelayanan pasien di RSU SK Lerik Kota Kupang menggunakan Jamkesda dan kesehatan berbasis KTP -e segera berakhir dalam waktu dekat. Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang masih menunggu data masyarakat kurang mampu dsri Dinas Sosial agar diintegrasikan ke Jaminan KesehatanNasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (3/4/2019).

Ari dikonfirmasi terkait akan berakhirnya penggunaan Jamkesda dan KTP e bagi pelayanan pasien di RSU SK Lerik.

Dibakar Api Cemburu, Sukardi Sabet Selingkuhan Istrinya, Teman Makan Teman Loh

Malaysia Open 2019, Tunggal Putra Anthony Ginting Akui Terlalu Buru-buru sehingga Tersingkir

Luar Biasa, Atlet Senam Cantik asal Malaysia Juara di Ukraina

Menurut Ari, saat ini pihaknya masih menunggu data masyarakat kurang mampu dari kelurahan yang diserahkan ke Dinas Sosial Kota Kupang.

"Jika datanya sudah ada, maka saya akan lapor pak walikota sehingga proses integrasi segera dilakukan. Kita harapkan para RT/RW dan lurah segera masukan data warga kurang mampu dari daerah masing-masing," katanya.

Dijelaskan, sesuai data warga kurang mampu yang sudah ada baru sekitar 5.115 dan kita masih menunggu data terakhir dari Dinas Sosial.

"Data yang masuk dari kelurahan itu diverifikasi oleh Dinas Sosial, sehingga apapun data dari Dinas Sosial kita akan tindaklanjut,". katanya.

Ditanyai soal target,ia mengatakan, targetnya dari anggaran Rp 10 miliar, maka bisa mencapai 30.000 warga yang akan dilayani JKN-KIS.

"Saya sudah sampaikan ke para lurah agar manfaatkan kesempatan ini, asalkan masuk dalam koridor SK masyarakat kurang mampu.Kita harapkan peran RT/TW dan lurah lebih, karena mereka lebih tahu kondisi warga masing-masing" ujarnya.

Dia mengatakan, dirinya tidak ingin agar ketika Jamsostek dan KTP e tidak digunakan lagi, maka warga kurang mampu tidak lagi mendapat pelayanan kesehatan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved