Ketua DPRD Sumba Tengah Minta RT/RW Kontrol Wajah Baru Masuk Kampung

Ketua DPRD Sumba Tengah, Drs.Umbu Neka Jarawoli meminta RT/RW, dusun dan kepala desa harus mengontrol wajah baru masuk di kampung-kampung.

Ketua DPRD Sumba Tengah Minta RT/RW Kontrol Wajah Baru Masuk Kampung
Pos Kupang.com/Petrus Piter
Ketua DPRD Sumba Tengah, Drs.Umbu Neka Jarawoli (kedua dr kiri) sedang memberikan sambuatan pd acara dialog tim pembina pengendali ketentraman dan ketertiban masyarakat di aula setda Sumba Tengah, Selasa (2/4/2019)   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK---Ketua DPRD  Sumba Tengah, Drs.Umbu Neka Jarawoli meminta RT/RW, dusun dan kepala desa harus mengontrol wajah baru masuk di kampung-kampung.

Bila kehadirannya mencurigakan maka segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau TNI untuk mengamankan yang bersangkutan. Jangan sampai kehadirannya di kampung untuk memantau keadaan demi memuluskan niat jahat merampok kampung itu.

Disisi lain, ia meminta seluruh masyarakat Sumba Tengah harus bangkit melawan aksi kejahatan itu. Masa warga satu kampung kalah dengan puluhan perampok. Jangan takut, semua harus keluar rumah bersatu melawan penjahat itu.

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Umbu Neka Jarawoli menyampaikan hal itu dalam arahan singkatnya ketika menghadiri acara dialog bersama tim pembina pengendali ketentraman dan ketertiban masyarakat di aula setda Sumba Tengah, Selasa (2/4/2019).

Liga Italia- AC Milan vs Udinese, Saat Ditahan Imbang 1-1, Rossoneri Main dengan Rasa Takut

Menurutnya, aksi pencurian dan perampokan masih saja terjadi hingga saat ini. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Polsek Katikutana, Umbu Ratu Nggay dan Mamboro, rata-rata setiap tahun terdapat 50-60 kejadian pencurian dan perampokan.

Namun menjadi pertanyaan saya, tidak ada satupun perkara itu hingga disidangkan di pengadilan.

Hal itu bukan salahnya polisi tetapi menjadi kesalahan bersama seluruh rakyat Sumba Tengah karena tidak mau menjadi saksi atas peristiwa itu. Masyarakat selalu beralasanmenolak menjadi saksi karena takut menjadi sasaran aksi perampokan berikutnya. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved