Kekebalannya Dicabut, Pemimpin Oposisi Venezuela Terancam Hadapi Tuntutan Kriminal

Politisi yang setia dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pencabutan kekebalan politik terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido.

Kekebalannya Dicabut, Pemimpin Oposisi Venezuela Terancam Hadapi Tuntutan Kriminal
AFP/YURI CORTEZ/JUAN BARRETO
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. 

POS-KUPANG.COM | CARACAS - Politisi yang setia dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pencabutan kekebalan politik terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido.

Dengan dicabutnya kekebalan itu, Guaido terancam menghadapi tuntutan kriminal karena deklarasinya sebagai presiden pada Januari lalu.

Guaido sebelumnya telah mengungkapkan ketakutannya setelah Mahkamah Agung Venezuela meminta Dewan Konstituen untuk mencabut hak imunitas parlemen yang disandangnya.

Grup Chat Polisi Dukung Capres 01 Beredar, Kapolres Bima Dilaporkan ke Bawaslu

AFP memberitakan Rabu (3/4/2019), Dewan Konstituen itu didirikan Maduro pada 2017 untuk menyingkirkan Dewan Nasional yang dipimpin oleh Guaido. Gayung bersambut. Ketuat Dewan Konstituen Diosdado Cabello mengumumkan Mahkamah Agung diperkenankan untuk melakukan pengusutan terhadap Guaido.

Dalam penjelasannya, Cabello menyebut pelanggaran larangan bepergian yang diterima Guaido ketika mengunjungi negara Amerika Latin lainnya pada februari hingga Maret.

Presiden Trump Nyatakan Perbatasan dengan Meksiko 100 Persen Ditutup

MA Venezuela menyelidiki Guaido dengan dugaan mencoba menggulingkan Maduro kala mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara 23 Januari lalu.

Deklarasi itu membuatnya mendapat dukungan internasional. Ada sekitar 50 negara termasuk Amerika Serikat (AS) yang memberikan pengakuan.

Guaido merespon dengan bersikukuh putusan yang diumumkan Cabello tidak valid dan mengatakan dia tidak akan mundur dalam perjuangannya.

"Semua orang sudah bertekad. Tidak ada yang bisa menghentikan kami. Sebab, tidak ada jalan mundur dalam proses ini," tegas dia.

Putusan dari Cabello membuat posisi Guaido semakin terjepit setelah sebelumnya, dia dilarang menjadi pejabat publik selama 15 tahun.

Lebih lanjut, Maduro mengummumkan Gavidia Leon sebagai Menteri Energi yang baru menggantikan pensiunan jenderal Luis Motta Dominguez.

"Menteri baru ini adalah seorang kawakan yang mempunyai 25 tahun pengalaman. Tanggung jawab yang diembannya berat," ujar Maduro saat memperkenalkan Leon.

Maduro memutuskan merombak kabinetnya setelah Venezuela kembali dihantam pemadaman listrik pada Maret lalu, dan melumpuhkan hampir setengah wilayahnya.

Tanpa listrik yang diakibatkan kerusakan pembangkit utamanya, warga Venezuela mengalami kegelapan dan tidak bisa mendapat pasokan air bersih. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved