Kapolda NTT Tegaskan TNI-PolriI Netral dalam Pemilu 2019

tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas bagi anggotanya yang tidak netral sesuai undang-undang yang berlaku

Kapolda NTT Tegaskan TNI-PolriI Netral dalam Pemilu 2019
Pos Kupang.com/Servan Mamilianus
Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman menegaskan, TNI-POLRI netral dalam pemilihan umum 2019.

Pihaknya juga tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas bagi anggotanya yang tidak netral sesuai undang-undang yang berlaku.

Hal tersebut disampaikannya seusai simulasi pengamanan pemilu dan Sistem Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) jelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT Jln El Tari, Kota Kupang, Selasa (2/4/2019)

"Di undang-undang itu jelas bahwa TNI-POLRI itu netral. Jadi kalau ada yang menyatakan ada oknum TNI Polri ikut-ikutan ada, saya tidak menutup kemungkinan. Tapi tetap akan kita tindak tegas kalau ditemukan," tegasnya.

Dijelaskannya, jika terdapat oknum TNI-POLRI yang tidak netral, hal tersebut juga dapat dilaporkan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kalau perlu, ini kan sudah suatu tindakan pemilu. Bawaslu juga akan merekomendasikan seperti itu. Kita sudah ada gakumdu, laporkan ke Gakumdu. Kita akan proses," paparnya.

Lebih lanjut, Kapolri pun telah mengeluarkan telegram dan memberikan arahan yang jelas bahwa TNI-POLRI harus netral dalam pemilu.

"Kalau keluarganya silahkan, TNI-POLRI nya yang tidak boleh ikut politik praktis. Tapi istri anaknya punya hak untuk ikut pemilihan," katanya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved