Kapolda NTT- Pengamanan di Taman Nasional Komodo Perlu Ditingkatkan

Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman mengatakan, pengamanan di Balai Taman Nasional Komodo (TNK).

Kapolda NTT- Pengamanan di Taman Nasional Komodo Perlu Ditingkatkan
Pos Kupang.com/Servan Mamilianus
Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman mengatakan, pengamanan di Balai Taman Nasional Komodo (TNK).

Hal tersebut dilakukan pasca Polda Jawa Timur membongkar kasus penyelundupan hewan langka yang dilindungi tersebut beberapa waktu lalu.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polda Jatim termasuk dengan Balai Taman Nasional Komodo (TNK) perlu dilakukan pengamanan yang lebih baik di Taman Nasional Komodo (TNK). Karena Taman Nasional Komodo (TNK) memang merupakan daerah khusus oleh BKSDA dari pusat," katanya kepada awak media di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT Jln El Tari, Kota Kupang, Selasa (2/4/2019).

Dijelaskannya, pihaknya juga melakukan pengamanan sesuai permintaan dari Balai TNK.

"Nah. Kami Polda NTT sesuai dengan permintaan TNK untuk melaksanakan pengamanan itu pun sesuai permintaan dalam waktu-waktu tertentu," paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah membicarakan penataan ulang pengamanan di TNK dengan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat.

"Kami sudah bicarakan dengan pak Gubernur NTT (Viktor B. Laiskodat) bagaimana untuk menata ulang pengamanan di TNK karena kebetulan daerah khusus sehingga kita tidak bisa sembarang masuk" katanya.

Dikesempatan yang sama, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Drs. Johny Asadoma, M.Hum mengatakan, setelah kasus penyelundupan diungkap Polda Jatim, pihaknya telah melakukan Sidak di TNK.

Sidak selama dua hari di akhir bulan Maret lalu dimaksudkan untuk melihat bagaimana sistem pengamanan TNK dan dari mana peluang-peluang terjadinya pencurian atau penyelundupan satwa komodo.

Partai Politik Rekrut Penjual Ikan-Ojek jadi Caleg di Sumba Tengah, Ini Sorotan Ketua DPRD Umbu Neka

"Perlu ada penataan dan kerja sama semua stakeholder supaya kita bisa melindungi habitat di pulau Komodo itu," katanya.

Fakta lain yang ditemukan dalam sidak tersebut, lanjut Wakapolda NTT, ialah masih bebasnya orang-orang untuk keluar dan masuk kawasan TNK.

"Fakta lain orang masih terlalu bebas masuk keluar di sana sehingga perlu ada sinergitas untuk mengontrol orang yang masuk dan keluar di sana," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat harus ikut menjaga dan melestarikan komodo karena komodo merupakan warisan dunia yang luar biasa.

"Sehingga harus kita jaga. Nah, itu tidak bisa hanya aparat, akan tetapi kesadaran masyarakat untuk bersama-sama kita menjaga," katanya. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved