25 Petani Kolhua ikut Sekolah Iklim BMKG

Fary Francis Sebut Local Wisdom Petani Harus Tetap Dipertahankan

Pengetahuan tentang iklim bagi para petani harus bertambah dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fary Francis Sebut Local Wisdom Petani Harus Tetap Dipertahankan
Istimewa
Sekolah iklm digelar BMKG di Kolhua, Selasa (2/4/2019). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fary Djemi Francis, MMA meminta agar local wisdom atau kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kalangan para petani, tidak hilang hanya karena mengikuti sekolah lapangan iklim. Namun sebaliknya, pengetahuan tentang iklim bagi para petani harus bertambah dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Fary Francis dalam sambutannya pada pembukaan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap III Provinsi NTT di kebun petani Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (2/4) pagi. Kegiatan tersebut diadakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat Stasiun Klimatologi Kupang.

“Saya berharap, kearifan lokal yang sudah ada dan diyakini oleh kita selama ini, tetap digunakan oleh para petani. Namun dengan tambahan pengetahuan soal iklim dari BMKG, tentu kita makin paham, kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan lahan, kapan waktu menanam dan sebagainya,” kata wakil rakyat asal Dapil II NTT ini.

Fary Francis yang pernah menjadi fasilitator pendamping masyarakat sebelum menjadi anggota Dewan ini juga berharap, agar sekolah iklim yang langsung di lapangan dengan melibatkan para petani ini, terus ditingkatkan oleh BMKG.

Fary Francis Minta Petani Diberi Pengetahuan Tentang Iklim

“Sebagai mitra kami di Komisi V DPR RI, saya akan mendorong BMKG agar memperbanyak kegiatan seperti ini, karena bersentuhan langsung dengan para petani kita,” kata Fary Francis. Dia berharap, para petani akan semakin berdaya yang pada ujungnya, ketahanan pangan rakyat dapat terwujud.

Dia mengatakan, akan mendukung sepenuhnya semua program BMKG, karena informasi tentang iklim, cuaca dan sebagainya, harus jadi acuan utama semua sector dalam melaksanakan programnya. “Kebetulan di Komisi V, mitra saya juga adalah Kementerian PUPR dan Perhubungan. Kami selalu minta supaya semua informasi dari BMKG menjadi acuan utama bagi program di kementerian lain,” tandasnya. *

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved