BMKG Gelar Sekolah Lapangan Iklim

Fary Francis Minta Petani Diberi Pengetahuan Tentang Iklim

Para petani kita akan bertambah pengetahuannya tentang bagaimana mengenali siklus iklim. Dengan demikian, akan ada revolusi di tingkat petani.

Fary Francis Minta Petani Diberi Pengetahuan Tentang Iklim
Istimewa
BMKG menggelar sekolah iklim di Kelurahan Kolhua, Selasa (2/4/2019). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menggelar Sekolah Lapangan Iklim (SLI) di Kelurahan Kolhua, Kota Kupang. Kegiatan dibuka Deputi Klimatologi BMKG, Drs. Herizal, M.Si, Selasa (2/4/2019).

Ia  mengatakan, salah satu tujuan SLI adalah mendukung ketahanan pangan masyarakat petani. Menurut Herizal, para petani yang menjadi peserta sekolah lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap informasi kehidupan yang berkaitan dengan iklim, sehingga dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktifitas petani dapat dihindari.

“Peningkatan produktifitas pertanian tentu tidak lepas dari masalah iklim. Jika masalah bibit dan lahan dapat dilakukan melalui rekayasa, maka masalah iklim yang menjadi faktor pembatas hanya bisa diketahui dan dianalisa lewat ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Herizal.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fary Djemi Francis, MMA dalam sambutannya menyambut baik kegiatan sekolah lapangan iklim yang mengikutsertakan petani secara langsung di lapangan.

“Saya apresiasi kepada BMKG yang secara rutin melaksanakan program sekolah lapangan semacam ini. Tentunya kita berharap, para petani kita akan bertambah pengetahuannya tentang bagaimana mengenali siklus iklim. Dengan demikian, akan ada revolusi di tingkat petani, dengan bertambahnya pengetahuan mereka tentang iklim,” kata wakil rakyat asal Dapil NTT II ini.

Ditambahkan Fary Francis, intervensi pemerintah melalui BMKG dalam memberikan tambahan pengetahuan tentang iklim kepada para petani, tidak bermaksud menghilangkan local wisdom (kearifan local) yang sudah menjadi kebiasaan selama ini. Namun, sebaliknya, pengetahuan tentang iklim yang berbasis ilmu pengetahun dan teknologi ini akan makin memperkuat dan menambah wawasan serta pengetahun petani terhadap iklim.

Fary Francis meminta para petani peserta sekolah lapangan iklim agar mengikuti kegiatan secara baik, sehingga dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lain, sehingga peningkatan produktivitas pertanian dapat diwujudkan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolonaris S. Geru, SP, MSi dalam laporannya menjelaskan, SLI tahap ketiga di NTT ini diikuti 25 petani dari Kelompok Kompas Tani di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan akan berlangsung selama 120 hari dengan metode 12 kali pertemuan setiap 10 hari dengan para penyuluh dan fasilitator.

Sebelumnya, SLI serupa sudah dilaksanakan di Desa Bentuka, Kabupaten TTS serta tiga desa di Kabupaten Kupang. Program ini sudah sejak tahun 2010 sebagai program andalam BMKG dalam memberdayakan para petani untuk mewujudkan ketahanan pangan. *

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved