BMKG Staklim Kupang Gelar Tanam Perdana Sekolah Lapangan Iklim

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kupang, menggelar tanam perdana bersama peserta Sekolah Lapangan Iklim di Kolhua

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
tanam perdana sekolah lapang 

BMKG Staklim Kupang Gelar Tanam Perdana Sekolah Lapangan Iklim

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Laut Markus Goti

POS-KUPANG. COM | KUPANG- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kupang, menggelar tanam perdana bersama peserta Sekolah Lapangan Iklim (SLI) di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (2/4/2019).

Sekolah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Lapang Iklim tahap III yang diadakan Stasiun Klimatologi dan akan rutin diadakan setiap tahun.

Tanam perdana tersebut dibuka oleh Deputi Klimatologi BMKG, Drs. Herizal, M.Si,. Diwawancarai POS-KUPANG. COM, di sela kegiatan, Herizal menjelaskan, BMKG terlibat dalam pendampingan kepada petani dalam rangka menjaga ketahanan pangan.

Penjelasan Rektor Undana Prof Fredrik L Benu Soal Rencana Peluncuran Sophia

Menurutnya, soal benih, pengolahan tanah dan sebagainya bisa diatur, tapi iklim tidak bisa diatur. Untuk itulah, kata dia, BMKG melakukan pendampingan agar petani bisa bertani secara adaptasi dengan iklim.

Ia menegaskan, program SLI ini sangat relevan diterapkan mengingat iklim kian tak menentu. Bahkan lanjutnya, beberapa negara saat ini mulai mencontohi program Sekolah Lapangan Iklim (SLI) yang dilaksanakan oleh BMKG.

"Mau tidak mau kita harus terus berinovasi dalam situasi iklim yang mulai tidak menentu, salah satunya dengan sekolah iklim ini. Sekolah ini bagus, negara yang tertarik dan mulai mencontohi model SLI adalah Timor Leste dan Pakistan," ujarnya.

Sementara itu, Apolonaris Geru, selaku Kepala Staklim Kupang mengatakan, ada 25 petani setempat yang terlibat dalam sekolah iklim tersebut.

BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Gelar Sekolah Lapang Nelayan

BMKG sendiri, kata dia, intens memberikan pendampingan dan edukasi kepada mereka terkait iklim. Ia berharap pengetahuan yang sudah diperoleh oleh peserta terus diimplementasikan dan dibagi kepada yang lain.

Salah satu peserta, Regina Ngahu mengatakan, dirinya senang bisa terlibat dalam SLI. "Pastinya sangat bahagia. Kami ini taunya kerja, tanam tanpa pertimbangkan iklim. Semoga dengan ini hasil pertanian kami lebih baik," ungkapnya. Ia berharap program SLI ini ke depan menjadi program rutin yang BMKG.

Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis yang turut hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi program BMKG tersebut.

Menurutnya peran BMKG dalam upaya ketahanan pangan sangat penting. Namun, kata dia, untuk mendukung kerja BMKG tersebut diperlukan dukungan dari pemerintah.

"Saya kira mereka butuh dukungan, terutama peningkatan peralatan-peralatan BMKG, kalau ada yang sudah tua atau rusak sebaiknya diganti," ungkapnya.

Anggota DPRD NTT Minta Gubernur Viktor Tinjau Ulang Soal Sophia

Menurut Fary Francis, alokasi anggaran bagi BMKG yang saat ini sekitar Rp 1,7 triliun, akan terus ditingkatkan.

“Sebagai bagian dari Fraksi Gerindra di DPR RI, kami terus mendorong agar anggaran bagi BMKG ditingkatkan. Kita berharap, BMKG menjadi sektor pertama yang jadi pertimbangan bagi sektor lain dalam melaksanakan programnya,” kata wakil rakyat dari Dapil NTT II ini. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved