Tim Pakar RPM Bangun Jaringan Pasar Bawang Merah Dengan Gereja

pemerintah membangun kerja sama dengan keuskupan, sinode dan masjid untuk saling memberikan informasi terkait pasaran bawang.

Tim Pakar RPM Bangun Jaringan Pasar Bawang Merah Dengan Gereja
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Hery Kota

Menurut Heri, jumlah produksi ini cukup tinggi sehingga pasarnya juga harus tetap disiapkan. Salah satu caranya adalah membangun jaringan dengan pihak gereja dan masjid. Ketika di suata wilayah terjadi kekosongan stok bawang merah bisa diinformasikan agar pemerintah mensuplai.

Cara kedua, kata Heri mendorong dinas perdagangan kabupaten Malaka dan juga dinas perdagangan provinsi untuk sama-sama membuka jaringan pasar komoditi bawang di NTT. Pasalnya sampai saat ini masih ada kabupaten di NTT yang mendapat pasokan bawang merah dari luar NTT seperti di Sumba.

Daratan Sumba masih mendapat pasokan bawang merah dari Sumbawa. Padahal, persedian bawang di NTT masih ada. Kondisi ini terjadi karena belum membukan link pasar yang bagus oleh pemerintah.

Heri mengatakan, khusus petani Malaka akan terus didorong agar petani bisa menanam bawang di luar musim karena harga bawang di luar musim lebih mahal seperti yang terjadi saat ini, harga bawang merah di pasaran Rp 25 ribu per kilogram.

Niatnya Tagih Utang, Malah Dikeroyok Massa Hingga Tewas

Ramalan Zodiak Senin 1 April 2019, Capricorn Kreatif, Gemini Super Sibuk, Scorpio Ekspresif

BERITA POPULER: Pelajar SMP di Kupang Disetubuhi, Ramalan Zodiak 1 April 2019 dan MotoGP Argentina

"Harga bawang merah di pasar sudah naik lagi ke Rp 25 ribu per kilo. Para petani yang tanam bawang di luar musim yang meraup keuntungan besar," ungkap Heri.

Heri mengatakan, masyarakat Malaka sudah sangat paham tentang RPM dari segi proses. Hal itu yang diharapkan tim pakar sehingga suatu waktu mereka dapat mandiri.

Menurut Heri, produksi bawang merah yang cukup tinggi di Malaka tahun 2018 telah menekan harga bawang di pasar Betun hingga sampai pasar di Kupang. Harga bawang menurun sampai ke Rp 10 ribu per kilogram. Ini adalah sejarah baru di NTT harga bawang turun sampai Rp 10 ribu.

Terkait kondisi pasar demikian, Heri mengemukakan bahwa produksi bawang tinggi telah menekan gejolak harga bawang di pasar dan hal ini sangat membantu masyarakat. Karena harga bawang merah dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat ketimbang harga bawang merah melambung tinggi. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved