Bawaslu Kota Kupang Fokus Awasi Politik Uang di Akhir Masa Kampanye

Bawaslu Kota Kupang saat ini fokus awasi politik uang di akhir masa kampanye

Bawaslu Kota Kupang Fokus Awasi Politik Uang di Akhir Masa Kampanye
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua Bawaslu Kota Kupang, Julianus Nomleni, SH di kantornya, Selasa (11/12/2018) siang. 

Bawaslu Kota Kupang saat ini fokus awasi politik uang di akhir masa kampanye

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bawaslu Kota Kupang akan fokus pengawasan terhadap adanya kemungkinan praktik politik uang atau money politics menjelang berakhirnya masa kampanye. Selain money politict, pengawasan juga terhadap penyebaran berita hoaks.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kota Kupang, Julianus Nomleni, Minggu (31/3/2019).

Menurut Nomleni, secara kelembagaan Bawaslu telah siap mengawasi jalannya pemilu, terutama saat tahapan pungut hitung.

Keluarga Jadikan Rumah Bung Tomo sebagai Posko Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

"Perhatian kami, saat ini karena menjelang berakhirnya masa kampanye, maka fokus kami pada money politics. Kami juga akan awasi kampanye hitam serta penyebaran berita hoaks," kata Nomleni.

Dijelaskan, Bawaslu Kota Kupang terus melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat dengan harapan, semakin banyak warga yang terlibat pengawasan partisipatif, maka dapat meminimalisir tindakan negatif dalam pemilu.

Jokowi Yakin Imbauan ke TPS Pakai Baju Putih Tak Timbulkan Konflik

"Kami sebagai penyelenggara terbatas, karena itu kami butuh kerjasama dengan semua elemen masyarakat. Tanpa masyarakat kami tidak bisa berbuat banyak," katanya.

Dikatakan, dengan struktur pengawasan di Bawaslu sudah sampai di tingkat TPS, yakni untuk pengawas TPS sendiri ada 1.126 pengawas TPS.

"Kami sudah bentuk pengawas sampai tingkat TPS. Selain itu kita juga sudah kerjasama dengan lembaga mitra, sehingga diharapkan semua tahapan pemilu dapat diawasi secara baik agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan lancar dan aman," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Bawaslu Kota Kupang juga sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman /Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra dalam rangka pelaksanaan pengawasan partisipatif Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

Dia mengajak masyarakat agar bersama Bawaslu mengawal dan mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Kupang.

Apalagi, lanjutnya, saat ini masih ada tiga rangkaian acara beaar, yakni tahapan kampanye yang mana masih dalam suasana kampanye rapat umum dan kampanye media.

"Kemudian ada distribusi logistik dan ketiga adalah kegiatan pungut hitung," kata Nomleni.

Dikatakan, sebagai penyelenggara, tidak mungkin semua tahapan dapat dilaksanakan sendiri oleh Bawaslu, tetapi perlu mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.

Sementar itu beberapa mitra yang melakukan penandatangan MoU dengan Bawaslu Kota Kupang adalah GMNI, Fakuktas Hukum Universitas Muhamadiyah Kupang, GMKI, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Undana, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kupang, PMKRI Cabang Kupang, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) NTT, Generasi Mandiri (Gema NTT), Perkumpulan Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (Bengkel APPeK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved