Di Ngada 13 Orang Terkena HIV 4 Orang Sudah Meninggal Dunia

13 warga Kabupaten Ngada terkena HIV dan AIDS sejak 2018 hingga Maret 2019. Dari belasan pengidap HIV/Aids itu empat orang sudah Meninggal Dunia.

Di Ngada 13 Orang Terkena HIV 4 Orang Sudah Meninggal Dunia
katamedia.co
ilustrasi hiv aids 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sedikitnya 13 warga Kabupaten Ngada terkena HIV dan AIDS sejak 2018 hingga Maret 2019. Dari belasan pengidap HIV/Aids itu empat orang sudah Meninggal Dunia.

Kadis Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, melalui Kepala Seksi Pemberantasan, Pengendalian Penyakit dan Wabah pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Maria Yoseph Kurnia, mengatakan penyakit menular HIV/AIDS mengancam generasi milennial termasuk di Kabupaten Ngada.

Masyarakat diminta untuk waspada terhadap penyakit HIV Aids dimana tahun 2018 hingga Maret 2019 di Kabupaten Ngada sudah tercatat 13 orang terkena penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada.

Mulai 30 Maret Lion Air Group Turunkan Harga Jual Tiket Seluruh Jaringan

"Untuk Tahun 2018 sebanyak 13 orang terkena penyakit HIV/AIDS dengan rincian 9 orang hidup dan 4 orang meninggal," ungkap Maria kepada wartawan di Bajawa, Sabtu (30/3/2019).

Ia mengungkapkan kasus ini menimpa laki-laki 7 orang sedangkan perempuan 6 orang, berusia 3 tahun 1 orang dan yang lain berusia 22 sampai 51 tahun. Sedangkan kategori pekerjaan wiraswasta 5 orang, petani 2 orang, ibu rumah tangga 5 orang dan anak 1 orang.

Anggota Pramuka Jual Koran di Perempatan El Tari Kupang

Sedangkan Tahun 2019, dari Januari hingga Maret terdata 3 orang terkena penyakit HIV/AIDS yaitu, laki laki 1 orang sedangkan perempuan 2 orang. Hingga saat ini masih dalam kondisi hidup. Kategori pekerjaan sopir 1 orang, wiraswasta 1, ibu rumah tangga 1 orang l.

Ia mengukapkan pihaknya sering melakukan sosialisasi baik itu melalui kegiatan posyandu, posbindu di sekolah SMP/SMA, Di Lapas, Tri Hari OMK.

"Sedangkan masyarakat luas itu bagi kami agak sulit karena susah untuk mengumpulkan masyarakat. Harapan kedepannya bisa kerja sama berbagai pihak untuk sama sama mencegah penyakit HIV/AIDS," ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD Bajawa drg. Maria Wea Betu, menyebutkan, penularan penyakit HIV/AIDS itu melalui hubungan seks, lewat jarum yang telah terinfeksi, lewat transfusi darah dan lewat air susu ibu , ibu ke anak sejak hamil.

Ia mengungkapkan langkah cepat screening/deteksi lebih awal guna mencegah terjadinya penularan. Dan langkah lain menggunakan kondom kalau sudah terdeteksi HIV.

Data di Dinas Kesehatan sejak Tahun 2003 hingga 2019 Kabupaten Ngada sudah tercatat 163 orang terkena penyakit HIV/AIDS. Laki laki 94 orang, sedangkan perempuan 69 orang.

Sementara hidup sebanyak 82 orang, sedangkan meninggal 81 orang. Status penyakit HIV sebanyak 65 orang, sedangkan penyakit AIDS 98 orang.

Ia mengungkapkan untuk kategori pekerjaan lebih dominasi terkena penyakit HIV/AIDS yakni wiraswasta 43 orang, petani 37 orang, IRT 30 orang, sopir 21 orang, anak-anak 6 orang, mahasiswa 5 orang, guru honor 4 orang, pelajar 4 orang, PNS 3 orang, TKI/TKW 2 orang, ojek 2 orang, nelayan 2 orang, sales 1 orang, napi 1 orang, PRT 1 orang, buruh 1 orang. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved