Bawaslu NTT Ingatkan Soal Masa Tenang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT mengingatkan agar peserta pemilu 2019 agar memperhatikan masa tenang

Bawaslu NTT Ingatkan Soal Masa Tenang
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMARU
Anggota Bawaslu NTT, Baharudin , memberi materi Bimtek pengawasan pemilu partisipatif di Swiss Belinn Kristal, Jumat (2932019) 

Bawaslu NTT Ingatkan Soal Masa Tenang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT mengingatkan agar peserta pemilu 2019 agar memperhatikan masa tenang. Masa tenang untuk Pemilu 2019 pada tanggal 14-16 April 2019.

Hal ini disampaikan Anggota Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah,S.Pd, M.M pada acara Bimbingan Teknik (bimtek) Pengawasan Pemilu Paetisipatif tingkat Provinsi NTT.

Cara ini berlangsung di Hotel Swiss Belinn Kristal ,Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Jumat (29/3/2019).

Menurut Hamzah, masa tenang mulai pada tanggal 14-16 April 2019 ,perlu diperhatikan oleh peserta pemilu agar tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada pelanggaran.

Selama Masa Tenang, Kapolda NTT Harapkan Paslon Tidak Ada Aktivitas Menjurus Kampanye

"Masa ini adalah masa rentan pelanggaran dan ini biasa ada di minggu tenang. Padahal, kita inginkan agar masa tenang ini agar masyarakat bisa duduk merenung," kata Hamzah.

Dijelaskan, masa tenang merupakan masa yang rentan terhadap penyimpangan.
Dia mencontoh, saat masa tenang ini, biasanya ada pembagian sembako atau barang.

"Masa ini bisa untuk money politik.Walaupun kondisi itu tidak berwajah uang, tapi ada caleg melihat ada masyarakat membangun rumah,tiba-tiba ada semen yang diturunkan.

kita pastikan biar saat masa tenang masyarakat bisa merenung untuk menentukan pilihan," jelasnya.
Dia juga mengakui, ada pelayanan baik di TPS.

Jemris Bilang Masa Tenang Biasanya Tidak Tenang

Panwaslu Belum Temukan Pelanggaran di Masa Tenang

Sementara soal pemilih ada yang pindah memilih atau pundah TPS, ini perlu dilihat karena pemilih yang pindah ini harus menunjukkan form A5.

Dikatakan, KPPS wajib menyampaikan tata cara pemungutan suara, termasuk jenis surat suara,warna dan juga kotak suara.

"Pengawas harus kuat, namun kita juga minta selain pengawas ada pemantau," kata Bahar.
Dia mengatakan, secara teknis pindah TPS ini harus menjadi perhatian.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved