Saat Hercules Tersinggung karena Dikawal Polisi Bersenjata

Emosi terdakwa kasus penguasaan lahan Hercules Rosario Marshal meluap sebelum sidang vonisnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu

Saat Hercules Tersinggung karena Dikawal Polisi Bersenjata
Kompas.com
Tatang Guritno Hercules Rosario Marshal, terdakwa kasus pendudukan lahan, berorasi didepan Hakim, JPU, dan juga para pendukungnya setelah JPU mengajukan tuntutan 3 tahun penjara, Rabu (27/2/2019) di Pengadilan Negri (PN) Jakarta Barat 

POS KUPANG.COM-  - Emosi terdakwa kasus penguasaan lahan Hercules Rosario Marshal meluap sebelum sidang vonisnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/3/2019) kemarin.

Dia marah dan tersinggung karena mendapat kawalan ketat beberapa polisi bersenjata ketika akan mendengarkan vonis dari majelis hakim.

"Saya bukan teroris, bukan pembunuh," kata dia di ruang persidangan.

Hanya Gara-gara Berisik, Parang Tetangga Beraksi, Kakak Beradik ini Meregang Nyawa Dibacok

Ia tak mau sidang dimulai sebelum para anggota kepolisian itu meninggalkan ruangan sidang.

Akhirnya, para anggota kepolisian yang ada keluar dari ruang persidangan dan majelis hakim pun memulai sidang.

Akan Lapor ke Propam Kuasa hukum terdakwa, Anshori, berencana akan melaporkan adanya pengawalan terhadap kliennya dengan polisi bersenjata saat persidangan ke Bidang Propam Polda Metro Jaya.

"Kami akan laporkan... insiden tadi di dalam sidang. Di dalam undang-undang tadi kan tidak boleh siapapun membawa senjata," kata Anshori seusai persidangan.

Kompas.com / Tatang Guritno Hercules Rosario Marshal, terdakwa kasus pendudukan lahan, berorasi didepan Hakim, JPU, dan juga para pendukungnya setelah JPU mengajukan tuntutan 3 tahun penjara, Rabu (27/2/2019) di Pengadilan Negri (PN) Jakarta Barat
Ia menilai, tindakan polisi yang mengawal kliennya dengan menggunakan senjata lengkap saat perisidangan sangat tak pantas. 

"(Persidangan) harus steril, enggak boleh begitu. Apalagi ini bukan teroris, masa senjata diacungkan begini, kami akan laporkan ke Propam," lanjut Anshori.

Tanggapan polisi
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pengamanan yang dilakukan polisi saat sidang sudah sesuai standard operating procedure (SOP).

"Saya kira itu sudah sesuai SOP. Intinya kami ingin mengamankan jangan sampai ada hal-hal yang merugikan masyarakat," kata Hengki kepada wartawan.

Hengki juga mengatakan, pengerahan anggota polisi bersenjata sebagai tindakan preventif karena Hercules sempat mengamuk dan memukul wartawan sebelum memasuki ruang sidang.

"Apalagi sebelumnya ada insiden Hercules berulah di ruang bawah tahanan," kata Hengki. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved