Politeknik St. Wilhelmus Flores, Rapat Terkait Laporan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pendidikan

Kampus Politeknik St. Wilhelmus Flores mengelar Rapat Akbar Civitas Akademik bertempat di Aula Politeknik St. Wilhelmus Flores

Politeknik St. Wilhelmus Flores, Rapat Terkait Laporan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pendidikan
Humas Kampus Politeknik Boawae Flores untuk POS KUPANG.COM
Rapat Akbar Terkait Laporan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pendidikan di Kampus Politeknik Boawae Flores, Kamis (28/3/2019). 

Ia mengatakan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar masih berjalan sebagaiamana seharusnya.
Untuk semester V sedang melakukan kegiatan Karya Mandiri dan masuk pada tahap Seminar Proposal. Selanjutnya akan masuk pada kegiatan Praktek Lapang selama tiga bulan. Setelah itu akan masuk pada tahap Penyusunan Laporan Praktek Lapang.

KPU Kabupaten Kupang Belum Terima Surat Suara Pengganti yang Rusak

Anda Ingin Bepergian ke Larantuka Menggunakan Kapal Feri, Ini Jadwalnya!

"Masalah yang dihadapi Politeknik saat ini adalah klaim kepemilikan oleh dua yayasan dengan nama yang sama yakni Yayasan Pendidkan Tani Mulia yang didirikan oleh Bapak Jacob Nuwa Wea dkk tahun 2002 juga Yayasan Pendidikan Tani Mulia oleh Fridus Muga dan Edelbertus Witu dkk tahun 2018," ujarnya

Sehingga dalam mengahadapi masalah ini selaku direktur,  harus memastikan bahwa; proses Kegiatan Belajar Mengajar harus tetap berjalan sebagaimana seharusnya agar mahasiswa dan orang tua tidak dikorbankan

"oleh karena itu selaku direktur memastikan untuk; Bertanggungjawab penuh kepada Yayasan Pendidikan Tani Mulia tahun 2002 bapak Jacob Nuwa Wea dkk. Menghormati proses hukum yang sedang ditangani oleh Polda NTT," ujar Frederikus Lena Djago mengakhiri penjelasan Laporan akuntabilitasnya.

Dalam Rapat Terbuka juga diberikan kesempatan kepada tokoh tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh perampuan, tokoh pemuda yang turut andil mendirikan Politeknik St. Wilhelmus Flores.

Margaretha A, Doy Mantan anggota DPR-RI yang sedang berdomisili di Australia juga hadir dan kembali menceritakan sejarah awal perjuangan membangun Politeknik lewat-lobi-lobi di gedung DPR-RI bersama bapak Jacob Nuwa Wea. Para tokoh yang lain juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap masalah yang sedang dihadapi.

“Politeknik St. Wilhelmus Flores adalah sebuah sejarah panjang pemekaran Kabupaten Nagekeo. Oleh karena itu kita harus terus menjaga dan menjaganya karena kita telah berdarah-darah mendirikannya," ujarny

Dalam sesi diskusi para tokoh masyarakat, Orang Tua/Wali, Alumni dan Mahasiswa mengutuk keras oknum- oknum yang berpikir mementingkan kepentingan pribadi, rakus, sehingga harus mengorbankan lembaga yang menjadi kebanggaan Nagekeo.

Rapat Terbuka ditutup dengan penandatangan Berita Acara Surat Pernyataan Sikap dengan butir-butir pernyataan sebagai berikut;

Pertama, Peserta yang hadir adalah para tokoh yang memiliki andil dalam pendirian Politeknik St. Wilhelmus Flores.

Museum Hagia Sophia Dikembalikan jadi Masjid

Harry Kane Akan Bertahan jika Tottenham Punya Ambisi Menangi Trofi

Reino Barack Ternyata Sudah Tinggal Serumah dengan Luna Maya 2 Tahun Sebelum Nikahi Syahrini

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved