Dewan Desak Dinsos Kupang Selesaikan Kasus Dana Bantuan Perumahan di Semau

Dewan meminta agar dana yang dipotong segera dikembalikan dan menata kembali rumah bantuan yang ada supaya layak huni.

Dewan Desak Dinsos Kupang Selesaikan Kasus Dana Bantuan Perumahan di Semau
ISTIMEWA
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede 

Dewan Desak Dinsos Kupang Selesaikan Kasus Dana Bantuan Perumahan di Semau

POS-KUPANG.COM I OELAMASI -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kupang segera turun ke Semau. Dinsos harus melihat langsung kondisi bantuan perumahan dari Kementrian Sosial senilai Rp 15 juta per rumah tetapi dipotong Rp 5 juta.

Dewan meminta agar dana yang dipotong segera dikembalikan dan menata kembali rumah bantuan yang ada supaya layak huni.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede menyampaikan hal ini di Oelamasi, Rabu (27/3/2019). Dalam rapat dengar pendapat tanggal 26 Maret juga persoalan ini disoroti dewan dan ketika itu dihadirkan warga Semau penerima bantuan tapi dananya dipotong.

Yosep mengatakan, prihatin atas kejadian yang dialami warga kurang mampu di Semau. Warga yang sudah susah lantas dibantu pemerintah pusat, namun di lapangan dana yang sudah kecil masih dipotong dalam jumlah yang besar.

Berita Terpopuler Pagi Ini, Pembunuhan Calon Pendeta, Gubernur NTT Soal Komodo dan Kematian Marlony

Bupati Stef Minta Mobil Mesti Parkir Secara Tertib dan Satu Arah

Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Manggarai Terkait Pelaksanaan UN SMP

Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 28 Maret 2019, Aquarius Jaga Otak dan Hati, Virgo Kedinginan

Untuk itu, kata Yosep, Dinsos harus turun langsung ke lokasi melihat dan mendata serta meminta pendamping untuk mengembalikan uang yang telah dipotong.

"Ini dana pemerintah pusat yang langsung ke warga. Uang sudah Rp 15 juta tapi dipotong Rp 5 juta kasihan rakyat ini. Janganlah kita membuat susah warga. Saya minta supaya dinsos turun langsung," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Semau, Kabupaten Kupang "ributkan" dana bantuan pemerintah untuk membangun rumah layak huni senilai Rp 15 juta bagi 10 Kepala Keluarga (KK).

Pasalnya, ada dugaan terjadi penyunatan oleh oknum pendamping sebesar Rp 5 juta dengan modus biaya administrasi. Sementara Kadis Sosial menegaskan tidak boleh ada pemotongan dan jika ada maka warga silahkan lapor polisi.

Persoalan ini diungkap, Buce Tapatap, warga RT 04/RW 02,  Dusun 2,  Desa Uilelot Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang yang juga penerima bantuan rumah kepada Wartawan, Senin (4/3/2019).

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved