WALHI NTT : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pengawasan Komodo.

Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi menilai, masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan komodo sebagai satwa langka yang dilindungi

WALHI NTT : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pengawasan Komodo.
WAHLI
Direktur JPIC OFM Indonesia, Alsis Goa, OFM, Kepala Kampanye JATAM, Melky Nahar dan Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang (tengah). 

WALHI NTT : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pengawasan Komodo.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi menilai, masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan komodo sebagai satwa langka yang dilindungi, Rabu (27/3/2019) malam.

Hal tersebut disampaikannya dalam menyikapi terbongkarnya jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri oleh Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Peristiwa ini membuktikan tingkat sekuriti terhadap komodo lemah, baik yang dilakukan oleh pemerintah dan Taman Nasional komodo (TNK)," tegas Umbu ketika dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon Rabu malam.

Menurut Umbu Wulang, harus ada satu mekanisme baru dimana masyarakat sekitar harus dilibatkan dalam pengawasan komodo.

Komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)

Penyelundupan 41 Komodo Asal Pulau Rinca, Diduga Terjadi Sejak 4 Tahun Lalu

"Bagi kami kedepannya kawasan TNK harus memiliki mekanisme atau SOP yang memadai misalnya melibatkan masyarakat sebagai sabuk pengaman pulau untuk memastikan masyarakat mengontrol setiap orang yang keluar masuk terlebih orang yang kemungkinan besar dicurigai terlibat dalam bisnis komodo," ujarnya.

Lebih lanjut, sudah saatnya pemerintah menggunakan teknologi untuk menjaga maupun melindungi komodo. kemajuan IT saat ini sudah sangat maju dan memungkinkan agar komodo bisa terlindungi.

"Saya pikir bisa menggunakan kamera di lokasi-lokasi yang menjadi tempat komodo. Di banyak tempat seperti di Brazil dan beberapa negara di Amerika sudah menggunakan kamera pengintai di hutan maupun kawasan-kawasan yang merupakan tempat berkembang biak satwa langka atau hewan yang dilindungi," jelasnya.

Gubernur Viktor Laiskodat Marah, 41 Ekor Komodo dari Pulau Rinca Flores Hendak Dijual ke Luar Negeri

Di lain sisi, pemerintah juga harus segera membantu proses perkembangan ekonomi warga sekitar karena, lanjut Umbu Wulang, kemiskinan yang dihadapi masyarakat sekitar dimanfaatkan oleh para mafia bisnis komodo.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved