Potensi Garam di NTT Menjanjikan

Potensi garam di NTT cukup menjanjikan ,karena hampir di semua daerah terdapat garam.

Potensi Garam di NTT Menjanjikan
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Tambak garam milik Yosefina Un Usboko yang berada di Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu. Gambar diambil, Sabtu (6/10/2018). 

Potensi Garam di NTT Menjanjikan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Potensi garam di NTT cukup menjanjikan ,karena hampir di semua daerah terdapat garam.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT, Nasir Abdullah,M.M yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang 

Pengembangan Sumber Daya Industri, Drs. Bernad Haning , Rabu (27/3/2019).

Menurut Haning, garam di NTT memiliki potensi yang bagus,selain juga kualitas. Apalagi, perairan kita belum terkontaminasi dengan logam.

"Potensi garam kita besar, karena kita provinsi kepulauan dengan memiliki garis pantai yang sangat panjang.
Kita juga kembangkan teknologi geomembran untuk memicu petani dan pemerintah kabupaten/kota bisa bersama kembangkan potensi ini,” kata Bernad.

Dijelaskan, keunggulan lain, karena kondis iklim, yakni panas /musim kemarau yang panjang sehingga menguntungkan,
Tentang produksi setiap tahunnya, ia mengakui, selama ini rata-rata produksi berkisar 15.000 ton per tahun.

"Investor juga ada tapi ada yang tidak serius sehingga pasang surut juga. Namun, dengan program bapak gubernur tentang garam saat ini dengan target produksi per tahun mencapai 20.000 ton," katanya.

Dia merincikan beberapa daerah potensi garam di NTT, adalah di Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Malaka, Alor,Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Sumba Timur, Rote dan Sabu Raijua.

Dikatakan, dengan masuk perusahaan di beberapa daerah, maka ada yang berproduksi secara baik namun ada yang perusahaannya tidak serius.

Sedangkan soal produksi garam,apakah langsung dikonsumsi atau dijual, ia mengatakan, memang perusahaan yang ada menghasilkan garam curah, kemudian dikirim keluar NTT, yakni ada yang dikirim ke Surabaya untuk diolah menjadi garam konsumsi dan garam industri.

Ia mengakui pemerintah melakukan pendampingan dan percontohan di beberapa daerah seperti di Lembata.
"Kita buat lahan percontohan dengan menggunakan geomembran sehingga menghasilkan garam yang bersih, namun masih perlu diuji kandungan yodium," ujarnya.

Produksi rata-rata pertahun 15.000 ton
- Lahan potensial : 12.373 hektare (ha)
- Target produksi : 2 ton per tahun. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved