Mahasiswi Kupang Ditabrak Kereta Api

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes.

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes. 

Ada yang bernaung di bawah pohon, berhimpit-himpitan di pos jaga dan kantin. Sementara itu para dosen dan keluarga berdiri depan pintu Kargo.

Jenazah Marlony tiba di Bandara El Tari Kupang, sekitar pukul 15.00 Wita dengan pesawat Lion Air.

Sebagian besar mahasiswa menangis histeris saat jenazah dimasukan ke dalam mobil ambulans. Mereka lalu mengantar jenazah ke rumah duka di Desa Penfui Timur Kupang Tengah.

Di rumah duka, keluarga dan tetangga Marlony sudah menunggu. Mereka menangis histeris saat jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

Dalam kesempatan itu, di hadapan keluarga besar Marlony dan warga sekitar, Direktur Poltekes, R. H Kristina, SKM., M.Kes menyerahkan jenazah Marlony.

"Saya secara pribadi dan mewakili keluarga besar Poltekes Kemenkes Kupang mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Marlony Natonis," ungkap Kristina terbata-bata.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang saat menyambut Jenazah Marlony Natonis (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)
Saat ini, di rumah duka, kelurga tengah melangsungkan rangkaian upacara adat menyambut kedatangan jenazah.

 Novi Natonis menangis histeris menyaksikan jenazah adik kandungnya Marlony Natonis tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang.

Jenazah tiba sekitar pukul 15.00 Wita, Rabu (27/3/2019) dengan pesawat Lion Air dari Yogyakarta.

Mahasiswi jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Kupang ini meninggal dunia di Yogyakarta akibat terseret karena api saat sedang foto-foto bersama dua rekannya.

Keberadaan Marlony dan dua rekannya diketahui tengah menjalani masa PKL di RS. Bhayangkara Yogyakarta.

Novi yang saat itu didampingi oleh sanak keluarga terus menangis saat seorang pendeta mendoakan jenazah Marlony yang terbungkus rapi dalam peti berwana putih.

Ketika peti dinaikkan ke dalam mobil ambulans Novi rebah dan untung saja ditopang oleh sanak keluarga.

Pantauan POS-KUPANG.COM ada ratusan orang datang menjemput jenazah.

Selain keluarga, turut hadir para mahasiswa Poltekes Kemenkes Kupang, para dosen dan R. H Kristina, SKM., M.Kes, Direktur Poltekes Kupang.

Jenazah kemudian ke rumah duka di Desa Penfui Timur Kupang Tengah.

Tidak hanya Novi semua keluarga dekat Marlony menangis sembari menyebut nama Marlony.

7 Fakta Tentang Marlony Natonis, Mahasiswi Kupang yang Tertabrak Kereta Api di Yogyakarta

Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang NTT meninggal tertabrak kereta api di Yogyakarta, Senin (25/3/2019) sore.

Banyak ucapan belasungkawa yang mengalir di akun sosial Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini. Baik di akun Facebook maupun Instagramnya.

Penyambutan Jenazah Marlony Natonis6
Penyambutan Jenazah Marlony Natonis6 (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

Sampai saat ini, jenazah Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang yang sedang Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Yogyakarta ini bersemayam di RS Bhayangkara Yogyakarta.

Berikut Kronologi & Fakta-Fakta kecelakaan yang menimpa Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini:

1. PKL di RS Bhayangkara Yogyakarta bersama dua rekannya

Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang sedang melakukan magang kerja atau Praktek Kuliah Lapangan (PKL) di RS Bhayangkara Yogyakarta.

Marlony Natonis PKL di RS Bhayangkara Yogyakarta bersama dua rekannya sesama mahasiswa jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Kupang, NTT.

Marlony Natonis menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RS Bhayangkara Yogyakarta dan berangkat dari Kupang pada Rabu, 30 Januari 2019 lalu.

2. Berswafoto di rel Kereta Api

Sempat Video Call Keluarga, Marlony Natonis Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang Rindu Pulang Rumah
Sempat Video Call Keluarga, Marlony Natonis Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang Rindu Pulang Rumah (Facebook)

Pada hari Senin (25/3/2019) sore kemarin, selepas tugas PKL di RS Bhayangkara Yogyakarta, Marlony Natonis bersama dua temannya pergi ke perlintasan kereta api di Dusun Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Ia pun berswafoto atau selfie di rel kereta api yang memang tak ada di NTT ini.

Tak hanya foto dipinggiran rel kereta api, ia juga foto di tengah-tengah lajur rel kereta api.

Kapolsek Kalasan Kompol Partono mengatakan, saat itu Marlony Natonis sedang berfoto di tengah rel sisi utara.

Marlony Natonis juga sempat meminta salah satu rekannya untuk memotret dirinya dengan latar berupa kereta api yang sedang lewat di rel sisi selatan.

penyambutan jenazah Marlony Natonis4
penyambutan jenazah Marlony Natonis4 (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

Namun tiba-tiba muncul KA 2761F jurusan Ceper-Cilacap melintas di rel utara. Korban yang tidak menyadari adanya kereta api pun langsung tertabrak dan tewas di tempat.

Peristiwa ini terjadi pada pukul 16.00 WIB.

"Kemungkinan yang bersangkutan terlalu asyik berfoto sehingga tidak mendengar dan melihat kereta api melintas dari arah timur," papar Partono.

3. Jenazah dilarikan ke RS Bhayangkara Yogyakarta

Usai kejadian pihak Polsek Kalasan langsung mengevakuasi jenazah Marlony Natonis dari lokasi kejadian di Dusun Kalibening, Tirtomartani ke RS Bhayangkara Yogyakarta.

Kepala RS Bhayangkara Kompol dr Theresia Lindwati menyatakan, hingga saat ini jenazah masih berada di Ruang Jenazah.

"Hingga saat ini masih menunggu kedatangan keluarga korban dari NTT," jelas Theresia via telepon, Selasa (26/03/2019).

Theresia menyatakan, pihaknya telah mengabarkan keluarga korban. Jasad mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini sudah berada di RS Bhayangkara sejak Senin sore.

4. Sempat video call keluarga di Kupang 

Penyambutan Jenazah Marlony Natonis3
Penyambutan Jenazah Marlony Natonis3 (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

Sebelum peristiwa kecelakaan ditabrak kereta api, Marlony Natonis sempat melakukan video call dengan keluarganya di Kupang.

Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini sempat berbincang-bincang dengan kakaknya, Didin Boimau.

Bahkan kepada sang kakak, Marlony Natonis menyatakan rindu pulang ke Kupang.

"Saya video call dengan dia, Sabtu (24/3/2019) sore. Itu terakhir dia kontak kami. Dia bilang dia sangat rindu pulang ke Kupang," ungkap Didin saat ditemui POS-KUPANG.COM, di rumah duka, RT 03, Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah, Kota Kupang, NTT.

5. Gadis yang periang

Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang dikenal sebagai seorang yang periang.

Bahkan saat kontak dengan keluarganya di Kupang, meski menyatakan rindu pulang ke Kupang, tetapi ia tampak bahagia berada di Yogyakarta.

Didin Boimau, sang kakak menceritakan, sejak berada di Yogyakarta, Marlony Natonis sering menghubungi keluarga di Kupang.

"Dia bahagia sekali kalau bicara dengan kami terutama dengan adik-adiknya. Dia suruh adik-adiknya menyanyi," ujar Didin.

6. Kabar duka yang mengagetkan

Didin Boimau tak pernah menyangka, bahwa video call dia dengan adiknya, Marlony Natonis pada hari Sabtu sore itu adalah kali terakhir melihat sang adik.

Sebab, pada Senin (25/3/2019) sore, tiba-tiba keluarga mendapat kabar duka yang sangat mengejutkan.

Keluarga Marlony Natonis kaget saat mendengar kabar dari rekan Marlony Natonis bahwa dia meninggal dunia diseret kereta api.

Agus Natonis, ayah Marlony bahkan sempat tak percaya kabar duka itu. Sementara ibunya, Yosina Nomleni, tak berkata-kata hanya air mata terus membasahi pipinya.

Penyambutan Jenazah Marlony Natonis2
Penyambutan Jenazah Marlony Natonis2 (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)


7. Kajur Gizi Poltekes Kemenkes Kupang ke Yogyakarta

Mendengar kabar duka ini, Poltekes Kemenkes Kupang pun memerintahkan Ketua Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Kupang untuk berangkat ke Yogyakarta.

Pembantu Direktur III, Bapa Wilhelmus Olin SF, MS.c Apt, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa (26/5/2019) menjelaskan, Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia, sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus kepulangan jenazah.

Agustina ke Yogyakarta untuk mengurus jenazah Marlony Natonis, Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang yang tewas akibat ditabrak kereta api di Yogyakarta.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang saat menyambut Jenazah Marlony Natonis
Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang saat menyambut Jenazah Marlony Natonis (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

"Tadi subuh-subuh Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus jenazah Marlony," ujar Wilhelmus Olin.

Ia mengatakan, Poltekes Kemenkes Kupang turut berbelasungkawa atas meninggalnya Marlony Natonis.

"Dia kan sudah semester akhir, tapi harus mengalami nasib seperti itu," ungkapnya.

(POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: maria anitoda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved