Mahasiswi Kupang Ditabrak Kereta Api

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes.

Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Ibunda Marlony Terdiam Menyaksikan Jenazah Marlony, Air Matanya Terus Menetes. 

 Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, R. H Kristina, SKM., M.Kes, tak kuasa menahan sedih saat menyambut kedatangan jenazah mahasiswinya, Marlony Natonis di Kargo Bandara El Tari Kupang, Rabu (27/3/2019).

Kristina meneteskan air mata, larut dalam kesedihan, menyaksikan jenazah Marlony terbungkus rapi dalam peti berwana putih.

Sejak tiba di Kargo Bandara, ia selalu berada dekat dengan Yosina Nomleni, ibunda Marlony.

Usai didoakan, jenazah Marlony diarak ke rumah duka di Desa Penfui Timur Kupang Tengah. Ratusan mahasiswa dan dosen Poltekes ikut mengantar jenazah.

Novi Histeris Saat Jenazah Marlony Tiba di Bandara El Tari Kupang

Sambut Jenazah Marlony Direktur Poltekes Kupang Meneteskan Air Mata

Hujan Lebat, Ratusan Mahasiswa Poltekes Kupang Setia Menanti Kedatangan Jenazah Marlony Natonis

Di rumah duka, keluarga dan tetangga Marlony sudah menunggu. Mereka menangis histeris saat jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

Dalam kesempatan itu, di hadapan keluarga besar Marlony dan warga sekitar, Kristina menyerahkan jenazah Marlony.

"Saya secara pribadi dan mewakili keluarga besar Poltekes Kemenkes Kupang mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Marlony Natonis," ungkap Kristina terbata-bata.

Saat ini, di rumah duka, kelurga tengah melangsungkan rangkaian upacara adat menyambut kedatangan jenazah.(*)

Kendati hujan lebat, ratusan mahasiwa Poltekes Kemenkes Kupang setia menanti kedatangan jenazah rekan mereka Marlony Natonis di Kargo Bandara El Tari Kupang, Rabu (27/3/2019).

Mereka sudah ada di komplek Kargo Bandara El Tari, beberapa jam sebelum kedatangan jenazah. Beberapa di antara mereka basah hujan karena tidak mendapat tempat bernaung.

Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: maria anitoda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved