Pemberangkatan 160 Calon Pekerja Migran Ilegal NTT Digagalkan Satgas

"Calon pekerja migran ilegal yang kami gagalkan keberangkatannya di bandara maupun pelabuhan, sudah 160 orang selama tiga bulan terakhir

Pemberangkatan 160 Calon Pekerja Migran Ilegal NTT Digagalkan Satgas
POS-KUPANG.COM/FOTO SATGASPAM BANDARA EL TARI KUPANG
Ilustrasi: TKI yang dicekal di Bandara El Tari Kupang 

POS KUPANG.COM - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sisilia Sona, mengatakan satuan tugas (Satgas) gabungan yang dibentuk pemerintah provinsi setempat telah menggagalkan pengiriman secara ilegal 160 calon pekerja migran.

"Calon pekerja migran ilegal yang kami gagalkan keberangkatannya di bandara maupun pelabuhan, sudah 160 orang selama tiga bulan terakhir," katanya di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan, ratusan calon pekerja migran ini dilarang berangkat ke luar daerah maupun luar negeri untuk bekerja karena tidak mengantongi dokumen resmi.

Setelah dicegah, lanjutnya, mereka diberikan pembinaan dan ditawarkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja yang disiapkan pemerintah.

"Namun rata-rata mereka tidak mau sehingga kami fasilitasi untuk mengantarkan kembali ke kampung halaman masing-masing," katanya.

Ternyata Ada Daerah 3T di NTT Belum Terjangkau Internet

Gol Pemain Amatir Ini  Layak mERaih Award

Sisilia mengatakan, saat ini keberadaan Satgas gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri serta otoritas terkait di bandara maupun pelabuhan terus diperkuat.

Pihaknya juga telah menyepakati perjanjian kerja sama dan menyiapkan standar prosedur operasional kerja Satgas untuk setiap instansi yang berperan di dalamnya.

"Para petugas kami di Satgas juga sudah diberikan pelatihan selama berbulan-bulan agar bisa bekerja secara profesional sesuai standar prosedur," katanya.

Cristiano Ronaldo Hanya Bermain 28 Menit saat Portugal vs Serbia skor 1-1.

Ia menambahkan, sejak Satgas gabungan ini dibentuk dan beroperasi selama tiga tahun terakhir, sudah mencegah keberangkatan sekitar 2.370 orang calon pekerja migran yang hendak berangkat secara ilegal. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved