Catatan Sejarah Hari Ini-  Perjanjian Damai Mesir-Israel Ditandantangani di Camp David

Perjanjian damai yang diteken PM Israel Menachem Begin dan Presiden Anwar Sadat menjadi perjanjian damai pertama antara Israel dan sebuah negara Arab.

Catatan Sejarah Hari Ini-  Perjanjian Damai Mesir-Israel Ditandantangani di Camp David
dokumen Kompas.com
US Government Archive/Wikipedia Presiden Mesir Anwar Sadat (kiri), Presiden AS Jimmy Carter (tengah), dan PM Israel Menachem Begin saat bertemu di Camp David pada 1978. 

POS KUPANG.COM -Hari ini , tepatnya 26 Maret 1979, Mesir dan Israel resmi menandatangani perjanjian damai yang digelar di rumah tetirah presiden AS di Camp David, tak jauh dari Washington DC, Amerika Serikat.

Perjanjian damai yang diteken PM Israel Menachem Begin dan Presiden Anwar Sadat menjadi perjanjian damai pertama antara Israel dan sebuah negara Arab.

Penandatanganan perjanjian damai yang disaksikan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter itu sekaligus mengakhiri perang tiga dekade antara kedua negara bertetangga tersebut.

Joko Driyono Pastikan Tetap Kooperatif Walaupun Ditahan

Dampak lain dari penandatangan ini, PM Begin dan Presiden Sadat sama-sama meraih Hadiah Nobel Perdamaian 1978.

Bagaimana perdamaian kedua negara yang sudah berseteru lama ini bisa terwujud?

Pada Oktober 1973, Mesir dan Suriah bergabung untuk menyerang Israel dengan tujuan merebut kembali wilayah yang direbut Negara Yahudi itu dalam Perang Enam Hari 1967, termasuk Semenanjung Sinai.

Meski dalam konflik yang kemudian dicatat sejarah sebagai Perang Yom Kippur ini Mesir bisa mendapatkan kemajuan strategis, pada akhirnya militer Israel bisa memukul mundur Mesir.

Namun, kesuksesan awal militernya membuat posisi Presiden Anwar Sadat menjadi lebih kuat di kawasan Timur Tengah dan secara internasional.

Di saat yang sama, Amerika Serikat, yang selama ini didekati Sadat, turun tangan untuk memaksa pengunduran sebagian pasukan Israel dari Semenanjung Sinai.

Pada November 1977, Presiden Anwar Sadat berkunjung ke Jerusalem untuk menggelar pembicaraan damai dengan Israel.

Sadat menjadi kepala negara Arab pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Israel.

Mengapa Tim Inggris Tak Ada yang Mau Menampung Coutinho? Ini Penyebabnya

Pembicaraan awal kedua negara kemudian mencapai puncaknya setahun kemudian di Camp David ketika Presiden Sadat dan PM Begin resmi menyepakati perjanjian damai pada 17 September 1978.

Kesepakatan ini terdiri atas dua bagian yaitu "Kerangka Kerja untuk Perdamaian di Timur Tengah" dan "Kerangka kerja untuk Perjanjian Damaiantara Mesir dan Israel".

 (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved