Wakil Bupati Flotim Akui Proyek Pasar Inpres Larantuka Rugikan Ratusan Juta

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Boli akui Proyek Pasar Inpres Larantuka rugikan ratusan juta

Wakil Bupati Flotim Akui Proyek Pasar Inpres Larantuka Rugikan Ratusan Juta
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Wakil Bupati Flotim, Agus Boli 

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Boli akui Proyek Pasar Inpres Larantuka rugikan ratusan juta

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Wakil Bupati Flores Timur, Agus Boli enggan menyebut nilai riil kerugian negara yang ditemukan Inspekorat Daerah (Irda) Flotim dalam proyek Pasar Inpres Larantuka tiga tahun lalu.

"Dugaanya ada masalah waktu itu, tetapi sudah dalam dalam proses Inspektorat Flotim kepada para pihak. Itu sudah ranah hukum, tugas kami membangun dan menyelesaikanya," kata Agus Boli, kepada POS-KUPANG.COM, Senin di Larantuka.

44 KK Korban Bencana Angin Kencang di Sumba Timur dapat Bantuan Bahan Bangunan

Proyek Pasar Inpres Larantuka senilai Rp 9 miliar lebih, kata Agus, dilakukan pada penghujung masa jabatan Bupati Yosni Herin kepada Penjabat Bupati, Eman Kara.

"Proyek itu terkatung-katung dan tidak tuntas. Kami bereskan, bahwa ada masalah hukum, pemerintah tidak menunggu masalah hukum selesai baru bangun. Hukum jalan terus, pembangunan jalan terus," kata Agus.

Panwascam Lantik Pengawas TPS di Setiap Kecamatan di Manggarai, Begini Pesan Heri Harun

Ia mengakui kerugian ditimbulkan mencapai Rp 500 juta ke atas. Temuan itu harus dikembalikan ke kas negara itu.

"Itu sudah ketentuannya. Tuntutan ganti rugi. Saya yakin selesai. Kontraktornya domisili di luar Flotim sudah bertemu kami akan menyelesaikannya. Itu tanggungjawabnya," tegas Agus.

Keterangan lain yang dihimpun POS-KUPANG.COM pekan lalu di Larantuka menyatakan pemeriksaan tim Irda Flotim menemukan kerugian negara yang dilakukan kontraktor PT Jaflorindo Utama dan para pihak.

Kerugian yang disebabkan kelemahan dan kelalaian PPK melaksanakan tugasnya, kelalaian dari rekanan dalam melaksanakan pengerjaan, kelalaian konsultan pengawas dan kelalaian petugas teknis proyek tersebut senilai Rp 1.082.342.270.

Dari total kerugian itu, kerugian akibat kelemahan dan kelalaian PPK, kelalaian konsultan pengawas dan kelalaian petugas teknis proyek tersebut senilai Rp 786.203.520. Sedangkan kelalaian dan kerugian dari rekanan karena pekerjaan kurang dan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis proyek senilai Rp 296.138.750. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Egy Moa)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved