Breaking News:

Ini Penyebab Ratusan Migran asal Amerika Tengah Ditahan di Meksiko

Polisi Meksiko dan petugas federal pada Sabtu menahan 107 orang migran asal Amerika Tengah yang mencoba memasuki Amerika Serikat di perbatasan Reynosa

Editor: Ferry Ndoen
ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/cfo (REUTERS/LUCY NICHOLSOn
Sekelompok migran Amerika Tengah menyerah kepada Agen Patroli Perbatasan Amerika Serikat Jose Martinez di selatan pagar perbatasan Amerika Serikat-Meksiko di El Paso, Texas, Amerika Serikat, Rabu (6/3/2019). 

POS KUPANG.COM -- Polisi Meksiko dan petugas federal pada Sabtu menahan 107 orang migran asal Amerika Tengah yang mencoba memasuki Amerika Serikat di perbatasan Reynosa, menurut pejabat pemerintah di wilayah negara bagian utara Tamaulipas.

Polisi yang mengikuti suatu petunjuk mencegat para migran yang diturunkan dari sebuah truk di belahan barat kota yang membentang di sepanjang perbatasan McAllen, Texas.

Di lokasi tersebut beberapa orang bersenjata menembaki polisi dan salah seorang penyerang terbunuh dalam tembakan balasan, demikian pernyataan dari pihak berwenang di Tamaulipas.

Dalam pernyataan tersebut dikabarkan bahwa polisi menyita sejumlah senjata api dan peluru tetapi tidak memberikan keterangan lebih terperinci apakah ada orang bersenjata lainnya yang juga ditangkap dan siapakah mereka.

Ini Penyebab Indonesia Kalah di Semifinal dari Jepang di Kejuaraan Beregu Campuran Asia

Brasil vs Panama Imbang 1-1, Pelatih Timnas Brasil Kecewa dengan Hasil Pertandingan

Secara terpisah polisi menemukan satu kelompok pria dan wanita Amerika Tengah di pinggi jalan raya Reynosa. Mereka mengundang petugas migrasi federal yang sekarang sedang mengkaji status hukum mereka dalam penahanan di Amerika Tengah, kata pemerintah.

Institut Migrasi Nasional menghitung mereka terdiri atas 51 warga Guatemala, 47 dari Honduras dan sembilan orang Salvador, demikian ditambahkan.

Pemerintah Meksiko menerapkan peraturan baru untuk mengatur membanjirnya arus orang dari Amerika Tengah ke perbatasan utara mereka untuk berusaha mengurangi ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyangkut pelanggaran keimigrasian menuju AS. (*)

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved