Beda Daton Beberkan Alasan NTT Tempati Urutan Teratas Pelayanan dengan Kepuasan Tertinggi

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton beberkan alasan NTT tempati trutan teratas pelayanan dengan kepuasan tertinggi

Beda Daton Beberkan Alasan NTT Tempati Urutan Teratas Pelayanan dengan Kepuasan Tertinggi
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Ombudsman RI Perwakilan NTT
Survei yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan NTT di RSUD Johannes beberapa waktu lalu. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton beberkan alasan NTT tempati trutan teratas pelayanan dengan kepuasan tertinggi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) menempati urutan teratas tingkat pelayanan dengan kepuasan tertinggi secara nasional.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan pihak Ombudsman RI, yang diberi nama Survei Indeks Persepsi Maladministrasi.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, mengatakan ada beberapa kemungkinan NTT bisa mendapatkan predikat itu.

TKI Asal Sumba Meninggal Dalam Bus di Malaysia Timur, Awalnya Berniat Pulang Menikah

"Dengan hasil ini, ada beberapa kemungkinan. Pertama, bisa saja pelayanan di loket pada bulan Agustus untuk 4 OPD di pemprov, Kota Kupang dan TTS memang bagus. Artinya OPD telah melakukan berbagai pembenahan sehingga warga merasa puas pada saat ditanya," kata Beda Daton kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (24/3/2019).

Dikatakan olehnya, survei ini dilakukan tertutup sehingga tidak mungkin warga sudah diwanti-wanti untuk menjawab yang baik-baik saja.

Pesawat Membentur Garbarata, Singapore Airlines Batal Terbang

"Atau, bisa saja karena masyarakat kita terbiasa pesimistis sehingga selalu menyatakan pelayanan sudah baik meski kenyataannya di lapangan kurang baik," jelasnya.

Khusus pelayanan Dispendukcapil Kota Kupang, dirinya menduga telah ada perbaikan pelayanan oleh karena Dukcapil Kota Kupang dan TTS telah melakukan banyak perbaikan berupa pelayanan jemput bola di berbagai tempat dan tambahan mesin cetak KTP.

"Sehingga waktu tunggu cetak menjadi lebih cepat dari sebelumnya dan jumlah warga yg dilayani setiap hari menjadi lebih banyak. Sebab saya yakin jika tidak ada perbaikan pelayanan, tidak mungkin 38 orang di loket dukcapil saat disurvei mengatakan baik. Mereka pasti ngamok dan mengatakan pelayanan tidak baik," ungkapnya.

Dia memberikan perbedaan antara survei yang dilakukan ini dengan survei tentang kepatuhan standar pelayanan.

"Perlu dibedakan survei ini dan survei kepatuhan standar pelayanan. Kalau survei kepatuhan standar yang lalu, surveyor hanya melihat apakah standar pelayanan berupa jenis layanan, waktu layanan, loket pengaduan terpampang di loket atau tidak. Sedangkan survei baru-baru ini, menanyakan langsung ke warga di loket tentang kepuasan layanannya," bebernya.

Disarankan, lebih baik jika survei seperti ini bisa dilakukan di kabupaten lain di Provinsi NTT.

"Jika ada anggaran, mungkin survei ini bisa menyebar ke kabupaten lain se-NTT agar pemda-pemda lain dapat mengukur tingkat kepuasan pelayanan di daerahnya. Sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan pembangunan daerah dan perbaikan pelayanan publik di daerahnya," pungkas Beda Daton. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved