Menlu AS yakin Trump Dikirim Tuhan untuk Selamatkan Israel dari Iran

Menlu AS Mike Pompeo yakin Presiden Donald Trump Dikirim Tuhan untuk Selamatkan Israel dari Iran

Menlu AS yakin Trump Dikirim Tuhan untuk Selamatkan Israel dari Iran
AFP/NICHOLAS KAMM
Presiden AS, Donald Trump 

Menlu AS Mike Pompeo yakin Presiden Donald Trump Dikirim Tuhan untuk Selamatkan Israel dari Iran

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok yang ditakdirkan menyelamatkan Israel dari Iran.

Pernyataan itu Pompeo sampaikan dalam wawancara dengan Christian Broadcasting Network di tengah perayaan hari libur Yahudi bernama Purim.

TKN Kerahkan 5.320 Jurkamnas untuk Kampanye Rapat Umum

Diwartakan BBC Jumat (22/3/2019), Purim merupakan peringatan di mana tokoh Alkitab bernama Ratu Esther menyelamatkan bangsa Israel dari Persia.

Dalam wawancara, Pompeo sempat ditanyai apakah kondisi yang dialami Trump sama seperti Ratu Esther.

Kenakan Atribut Garuda Indonesia, Pilot Gadungan Diamankan di Bandara Soekarno-Hatta

"Sebagai Kristiani, saya tentu meyakininya," ujarnya. "Saya yakin karya Tuhan tengah berlangsung," kata menlu yang notabene mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) tersebut.

Dia juga memuji upaya yang dilakukan pemerintahan Trump untuk memastikan demokrasi di kawasan Timur Tengah, terutama kelangsungan Israel, dapat terus berjalan.

Ucapan Pompeo langsung menuai kritikan dari mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Laksamana Muda (Pur) John Kirby, kepada CNN.

Dalam penilaian Kirby, ucapan Pompeo yang sembrono karena menganggap Trump dikirim Tuhan tidak hanya menggelikan. Namun juga berbahaya, memalukan, dan tak bertanggung jawab.

Bagi kelompok ekstremis, gagasan dari Pompeo memberi kenyamanan bagi mereka yang selama ini melihat negara Barat sebagai "tentara salib".

"Sementara kelompok lain bakal menjadi gelisah karena selama ini, mereka menganggap AS sebagai pelindung kebebasan beragama dan sipil," terang Kirby.

Pompeo bukanlah pejabat publik pertama yang mengaitkan presiden berusia 72 tahun tersebut dengan Tuhan.

Sekretaris Pers Sarah Sanders juga pernah mengucapkannya. Pada Januari, Sanders kepada jaringan telebisi religius mengatakan Tuhan menginginkan Trump agar menjadi orang nomor satu di AS.

Sejak menjadi presiden pada Januari 2017, Trump sudah mengambil sikap keras terhadap Iran. Mei 2018, dia mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir 2015.

Adapun hubungannya dengan Israel begitu harmonis. Pada Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota dari Israel. Kemudian Kamis (21/3/2019), Trump melontarkan kicauannya di Twitter yang menyatakan Dataran Tinggi Golan diakui sebagai wilayah Israel. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved