Kepala Sekolah di Ende Ditangkap, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada 3 Siswi SMP

B yang merupakan kepala SMP di Kota Ende diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

Kepala Sekolah di Ende Ditangkap, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada 3 Siswi SMP
KOMPAS.com/Shutterstock
Kepala Sekolah di Ende Ditangkap, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada 3 Siswi SMP 

1. Tidak mengakui tindakannya

Saat diperiksa polisi, oknum guru tersebut tidak mengakui tindakannya.

L selalu berkelit dan menyebutkan jika apa yang dilakukan keduanya atas dasar suka sama suka.

Pelaku juga tidak mengaku jika sudah dua kali melakukan tindakan senonoh terhadap gadis belia yang saat ini masih duduk di bangku kelas X ini."Selama pemeriksaan oleh penyidik, oknum pelaku ini tidak mengakui perbuatannya," ungkap Kasat Yohanis.

2. Berbeda dengan keterangan korban

Keterangan pelaku justru berbanding terbalik dengan pengakuan korban.

19 Cuitan Fadli Zon Tentang Survei Capres: Saya Geli Bacanya! Lembaga Survei Predator Demokrasi

Karna Su Sayang Viral, Near Gaet Marion Jola Nyanyikan Karna Ko. Dengerin yuk!

Kepada penyidik, gadis belia ini membeberkan semua tindakan oknum guru itu kepadanya.

Korban kemudian memberanikan diri melaporkan kasus tersebut kepada orangtuanya.

Orangtua korban lantas melaporkan kasus pencabulan tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Omesuri di Balauring.

3. Sempat diancam

Menurut pengakuan korban, ia sempat diancam pelaku jika melaporkan kasus itu kepada siapapun termasuk orangtua dan polisi.

Pelaku juga mengancam akan mengeluarkan korban dari sekolah tempat ia bersekolah jika menolak permintaannya untuk bersetubuh.

Ancaman tersebut terus diulangi L agar nafsu bejatnya terpenuhi.

4. Pelaku telah memiliki istri

L ternyata telah memiliki seorang istri dan seorang putri.

5. Ancaman hukuman 15 tahun penjara

Warga Diimbau Tidak Takut Laporkan Dugaan Tindak Pidana Pemilu ke Media dan Bawaslu

Kejati Jatim Tangkap Buron Tersangka Korupsi Bulog, Ini Kronologisnya

Iptu Yohanis, mengatakan, LL akan dijerat menggunakan Pasal 81 ayat 2 UU No 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penggganti UU No 1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 tahun 2002 ttg Perlindungan Anak jo Pasal 76 UU No 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kronologi

Menurut pengakuan korban kepada penyidik, pada 24 November 2018 malam, pelaku mengajak korban untuk bertemu di ebang (pondok).

Pondok tersebut jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah korban di Desa Loyobohor.

Malam sekitar pukul 19.30 Wita itu, L memaksanya untuk melayani nafsu bejatnya.

Akan tetapi permintaan itu langsung ditolaknya. Korban tak mau menuruti permintaan L.
Lantaran sudah dikuasai nafsu kesetanan, L lantas main paksa.

Ia menanggalkan pakaian korban secara paksa, kemudian melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Setelah puas, LL kemudian menyuruh korban pulang namun disertai ancaman.

Salah satu ancamannya, adalah LL akan mengeluarkan gadis belia ini dari SMA tempat korban bersekolah, apabila menolak permintaannya untuk bersetubuh.

Kejati Jatim Tangkap Buron Tersangka Korupsi Bulog, Ini Kronologisnya

Polres TTS Lidik 5 Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Ancaman itu diulanginya lagi selang tiga pekan kemudian, ketika L memaksa korban untuk bertemu di dekat embung Loyobohor sekitar pukul 20.00 Wita.

Lantaran takut akan ancaman tersebut, korban pun menuruti kemauan oknum guru berstatus PNS tersebut.

Di dekat embung Loyobohor itulah Lukman secara paksa merenggut kesucian korban.

Setelah puas, lagi-lagi pria beristri yang telah dikaruniai seorang putri itu, mengancam lagi agar perbuatannya tak diketahui publik.

Ibarat kesabaran itu ada batasnya, korban pun mulai memberanikan diri untuk melakukan perlawanan.

Siswi SMA itu melaporkan kepada keluarga soal ulah L kepada dirinya dan mereka membawa kasus itu kepada polisi.

Saat ini, L sudah dijebloskan ke sel untuk menghadapi proses hukum berikutnya. (TIM POS KUPANG.COM)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved