Kejari Maumere Eksekusi Mantan Kades Runut, Perkara Korupsi Desa

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Maumere akhirnya mengeksekusi mantan Kepala Desa Runut, terpidana kasus korupsi dana desa

Kejari Maumere Eksekusi Mantan Kades Runut, Perkara Korupsi Desa
POS-KUPANG.COM/EUGENIUS MOA
Mantan Kades Runtut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi NTT, Petrus Kanisius, memasuki mobil tahanan Kejari Maumere menuju Rutang Maumere, Jumat (22/3/2019) sore. 

Kejari Maumere Eksekusi Mantan Kades Runut, Perkara Korupsi Desa        

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM,  Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Penjemputan  Petrus Kanisius, mantan  Kepala  Desa  Runtut  di Kecamatan  Waigete, 33 Km arah timur Kota Maumere,  Pulau  Flores, Propinsi NTT, Jumat (22/3/2019)  siang tak menemui  hambatan.

Kanis, sapaan   terdakwa  kasus  penyelewengan  alokasi  dana desa  (ADD)  2017  dijemput jaksa  menjalani  hukuman penjara  setelah turunannya  salinan  kasasi  Mahkamah Agung  RI  menguatkan putusan banding tiga  tahun  penjara oleh Pengadilan Tinggi  (PT) NTT.

“Kami  ke sana  dia   tidak  ada di  rumah. Saya   telepon  supaya temui   kami di  rumahnya. Dia  tanya  apakah sudah mau bawah dia   (eksekusi ke   Rutan). Saya  bilang, datang dulu kita   omong dulu. Akhirnya  dia datang, saya   jelaskan,” kata Kepala  Seksi Pidana Khusus  Kejari  Maumere, Jermias  Penna, S.H,  memimpin  tim  jaksa menjemput  Kanis  ke  Runtut dalam  konferensi pers  dipandu Kepala  Kejaksaan Negri Maumere, Azman  Tanjung,  S.H, Jumat  (22/3/2019).

Dua Berkas Korupsi Dana Desa Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang

Hindari Korupsi, Sabu Raijua akan Terapkan Sistem Perizinan Elektronik

Jermias  menyampaikan  maksud kedatangan membawa  Kanis ke Rutang. Kanis  sempat  minta supaya   ditunda hari Senin, namun jaksa  keberatan dengan permintaanya.

Jermias menjelaskan   mantan Kades  Runut    menyelewengkan   tunjangan  aparat  desa, dana pengadaan mabel, laptop dan kegiatan penunjang lainya.  Inspektarat  Sikka  menemukan  dana  yang tidak bisa dipertanggungjawabkan Rp 379.295.376.

Kepala   Kejaksaan Negri Maumere, Azman Tanjung, S,H,  mengatakan eksekusi  itu  sesuai  putusan MA   menguatkan putusan banding PT NTT menghukum terdakwa tiga   tahun penjara. Banding dilakukan  jaksa  atas putusan Pengadilan  Tipikor Kupang menghukum terdakwa  2,6  tahun  penjara.

“Kami laksanakan  eksekusi atas  putusan   MA   tiga  tahun penjara  menguatkan  putusan  PT NTT,  lebih tinggi  dari  putusan Pengadilan  Tipikor  2,6  tahun  penjara. Terdakwa  harus menjalani sisa putusan dari hukuman yang sudah dijalani sekitar satu tahun,” kata  Azman.

Kampanye Pemilu Damai di Mabar Dihadiri Para Pengurus Parpol

Warga Amerika Akui Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa SMAK Giovanni Kupang

 Tak hanya  hukuman badan, Kanis   membayar uang  pengganti  Rp 379.295.376. Uang ini harus dibayar satu  bulan  setelah  putusan dijalani. Apabila   tidak membayar uang pengganti  maka  harta bendanya disita dan dilelang  untuk bayar uang  pengganti atau dipidana satu tahun.

Azman   mengatakan,  ekseksui   ini merupakan  bagian  dari  Program 311 dari  Kejaksaan Agug  RI.  Semua penanganan perkara yang telah berkekuatan  hukum tetap  baik  pidana  badan, denda dan uang pengganti  harus  dinihilkan  sehingga tidak  ada tunggakan.(*)

 

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved