Guru Olahraga di Muara Enim Cabuli 2 Siswi, Orangtua Korban Marah

Seorang Guru Olahraga di Muara Enim Cabuli 2 Siswi, orangtua korban marah

Guru Olahraga di Muara Enim Cabuli 2 Siswi, Orangtua Korban Marah
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA
Mardiono menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lembak Muara Enim usai ditangkap karena dilaporkan oleh orang tua siswa yang jadi korban kelakukan bejadnya. 

Seorang Guru Olahraga di Muara Enim Cabuli 2 Siswi, orangtua korban marah

POS-KUPANG.COM | MUARA ENIM - Peristiwa pencabulan terhadap 2 orang siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Lembak di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, oleh guru olahraga, Mardiono (27), warga Kelurahan Pangkul, Kecamatan Cambai, Prabumulih, membuat geram orangtua korban.

Orangtua korban menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya dan dikenakan undang-undang perlindungan anak.

Jadi Parpol Baru yang Paling Banyak Ditolak Masyarakat, Begini Tanggapan Sekjen PSI Raja Juli Antoni

EN, salah satu orangtua korban yang ditemui di Mapolsek Lembak, Kamis (21/3/2019), masih terlihat geram. Ia berusaha menahan amarah.

"Saya tahu anak saya jadi korban pencabulan dari anak saya, saya sempat datang ke sekolah untuk menanyakan ke pelaku tetapi ia tidak mau mengaku, akhirnya setelah saya desak ia akhirnya mengaku dan langsung saya laporkan ke polisi," katanya.

1.600 Tamu Hotel di Korea Selatan Jadi Korban Skandal Kamera Tersembunyi

EN sendiri meminta pelaku dihukum seberat-beratnya karena perbuatannya dapat mengganggu kejiwaan anaknya.

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya dan dikenakan undang-undang perlindungan anak," katanya geram.

Seperti diketahui seorang guru olahraga di Kecamatan Lembak Muara Enim bernama Mardiono ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Lembak, setelah dilaporkan orangtua siswa yang jadi korban aksi pencabulan.

Aksi tersangka Mardiono dilakukan di ruang belajar saat jam istirahat dan siswa hendak berganti pakaian.

Meski diakui Mardiono korbannya cuma dua orang, namun dari informasi diterima, masih ada beberapa siswa lain yang menjadi korbannya.

Mardiono diancam Pasal 82 ayat 2 Undang-undang nomor 17 tahun 2019 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 8 hingga 15 tahun penjara. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved