Cegah 'Gesekan' di Lapangan, KPU Sumbar Minta Parpol Masukan Jadwal Kampanye Umum

memudahkan KPU Sumba Barat mengatur teknis kampanye umum di lapangan sehingga dapat mencegah benturan di lapangan.

Cegah 'Gesekan' di Lapangan, KPU Sumbar Minta Parpol Masukan Jadwal Kampanye Umum
POS KUPANG/PETRUS PITER
Ketua KPU Sumba Barat, Sophia Marlinda Djami didampingi anggota KPU, Alex Popo dan Sri Demu Bangun memimpin rapat koordinasi dawal pelaksanaan kampanye umum di kantor KPU SB, Rabu (20/3/2019) 

Cegah Gesekan Lapangan, KPU Sumbar Minta Parpol Masukan Jadwal Kampanye Umum

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Komisi pemilihan umum Kabupaten Sumba Barat meminta pimpinan partai peserta pemilu legislatif dan pilpres tanggal 17 April 2019 segera memasukan jadwal rencana gelar kampanye umum yang akan berlangsung tanggal 23 Maret 2019 hingga 13 April 2019.

Hal itu demi memudahkan KPU Sumba Barat mengatur teknis kampanye umum di lapangan sehingga dapat mencegah benturan di lapangan.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat, Sophia Marlinda Djamj, S.Hut dalam sambutan pada saat memimpin rapat koordinasi jadwal pelaksanaan kampanye umum pemilu legislatif dan pilpres di kantor KPU Sumba Barat, Rabu (20/3/2019) sore.

5 Zodiak Wanita Ini Pembawa Hoki, Banyak Keberuntungan yang Didapat Pasangannya, Kamu Termasuk?

Polisi Hadang Anak dari Suku Dhawe Saat Hendak Tanam Anakan Pisang di Pasar Danga

Pembakar Lahan di Wulangitang Flotim Dijerat Pasal berlapis

Menurutnya, pentingnya pengaturan kampanye umum setiap partai politik agar kegiatan kampanye di lapangan berlangsung aman dan damai. Terhadap hal itu Lexi Dokopati dan Bobi Malingara serta pimpinan partai politik lainnya menyatakan siap menyerahkan jadwal kampanye demi memudahkan koordinasi saat kampanye umum berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Lexi meminta KPU Sumba Barat perlu mempertimbangkan untuk menyampaikan informasi pelaksanaan kampanye umum kepada setiap kepala sekolah yang letak sekolahnya berdekatan dengan lapangan umum, tempat berlangsung kampanye. Hal itu agar Bawaslu selaku pengawas sekolah tidak mempersalahkannya karena adanya anak-anak sekolah datang menonton. Namanya juga anak-anak, kalau mendengar musik, melihat orang banyak berkumpul dan menari pasti anak-anak datang menonton.

Karena itu, ia meminta melalui KPU menghimbau kepala sekolah menertibkan anak-anak sekolah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved