Breaking News:

Bus Dibakar Setelah Menabrak Pengendara Motor, Polres Sleman Amankan 4 Orang Diduga Pelaku

Sebuah bus dibakar setelah menabrak pengendara motor, Polres Sleman amankan 4 orang diduga pelaku

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Prabowo (baju biru) saat memunjukan barang bukti dalam jumpa pers. 

Sebuah bus dibakar setelah menabrak pengendara motor, Polres Sleman amankan 4 orang diduga pelaku

POS-KUPANG.COM | YOGYAKARTA - Polres Sleman mengamankan 4 orang terkait peristiwa perusakan bus angkutan umum Antar Jaya nomor polisi AD 1644 CF di Jalan Wates Km 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Rabu (13/3/2019).

Aksi perusakan yang berujung pada pembakaran ini terjadi setelah bus menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga mengalami luka berat.

Aburizal Bakrie: Golkar Siap Bantu Pengungsi Bencana Banjir di Manggarai Barat

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, awalnya bus Antar Jaya melintas di jalan Wates, Gamping. Bus ini menabrak seorang pengendara sepeda motor.

"Menabrak pengendara sepeda motor, awalnya informasi yang beredar korban meninggal dunia. Dengan informasi tersebut lalu terjadi perusakan," ujar Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo dalam jumpa pers, Kamis (21/3/2019).

Tabung Gas Meledak, Dua Rumah Terbakar dan Satu Orang Terluka

Atas peristiwa tersebut, Polres Sleman lalu menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, Polres Sleman mengamankan 4 orang yang diduga melakukan perusakan bus.

Empat orang yang diamankan ini yakni YT (44), TW (37), YS (46), dan MR (33). Keempatnya merupakan warga Balecatur, Gamping.

"Mereka memiliki perannya masing-masing, ada yang melempar batu, ada yang memukul dengan pipa besi," jelasnya.

Anggaito menyampaikan, keempatnya tidak dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksi perusakan. Aksi tersebut merupakan respon dari peristiwa bus yang menabrak pengendara sepeda motor.

"Tidak ada (pengaruh miras), itu spontanitas setelah melihat rekannya menjadi korban kecelakaan sehingga melakukan main hakim sendiri. Kami sampaikan bahwa perbuatan main hakim sendiri itu melanggar hukum," tandasnya.

Dari keempatnya, polisi mengamankan barang bukti berupa batu, pipa besi dan pakaian. "Kami kenakan Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP," ungkap Anggaito.

Menurutnya, sampai saat ini, pihaknya masih terus mendalami dan melakukan pengembangan. Sebab, keempatnya mengaku hanya melakukan perusakan.

"Pengakuan mereka tidak membakar. Kami masih terus dalami dan kembangkan lagi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bus hangus dibakar massa setelah menabrak pengendara sepeda motor hingga mengalami luka berat.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Wates Km 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Rabu (13/03/2019) petang. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved