Mantan Presiden Peru Ditahan Kepolisian California karena Mabuk, Nginap Semalam di Penjara

Mantan Presiden Peru ditahan Kepolisian California karena mabuk, nginap semalam di penjara

Mantan Presiden Peru Ditahan Kepolisian California karena Mabuk, Nginap Semalam di Penjara
KOMPAS.com/AFP / MANDEL NGAN
Foto dokumen tahun 2016, menampilkan mantan presiden Peru Alejandro Toledo. 

Mantan Presiden Peru ditahan Kepolisian California karena mabuk, nginap semalam di penjara

POS-KUPANG.COM | SAN FRANCISCO - Mantan presiden Peru, Alejandro Toledo, dilaporkan sempat ditahan kepolisian California karena mabuk dan menghabiskan semalam dipenjara sebelum dibebaskan pada Senin (18/3/2019).

Toledo, yang memimpin Peru pada 2001 hingga 2006, saat ini sedang dicari sehubungan dengan skandal korupsi terbesar di Amerikan Latin. Dia dituduh menerima suap sebesar 20 juta dollar selama menjabat sebagai presiden.

Litbang Kompas, Ada Tiga Penyebab Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Naik

Toledo diketahui tinggal di Wilayah Teluk San Francisco, California, sementara otoritas Peru disebut telah ingin mengekstradisi dirinya sejak 2017.

Kendati demikian, penangkapan Toledo pada Minggu (17/3/2019) malam tidak membuat proses ekstradisi terjadi lebih cepat.

Awal April, KPK Akan Umumkan Anggota Legislatif yang Sudah Urus LHKPN

Mantan presiden berusia 72 tahun itu dilaporkan ditangkap di sebuah restoran di Menlo Park, selatan San Francisco. Pemilik restoran memanggil polisi setelah Toledo yang mabuk menolak meninggalkan restoran.

"Tapi dia telah kembali dibebaskan tanpa dakwaan. Hal itu rutin dilakukan untuk penangkapan orang mabuk," kata juru bicara kantor sherif San Mateo County, Rosemerry Blankswade, dikutip FOX News.

Selama menjabat sebagai presiden, Toledo dikenal kerap berpesta dan minum minuman beralkohol, bahkan sempat disebut pernah menggelar pesta di pesawat kepresidenan, hal yang dibantah Toledo.

Setelah lengser, Presiden Peru Alan Garcia yang menggantikannya menerbitkan laporan pembelian minuman keras Toledo selama menjabat yang mencapai 164.000 dollar.

Blankswade mengatakan pihaknya sempat menghubungi Interpol, organisasi kepolisian internasional yang mengeluarkan surat peringatan terhadap Toledo, terkait penangkapan tersangka di wilayahnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved