Kasus Korupsi PNPM Kotabaru, Kuasa Hukum Sebut Sarat Muatan Politis

kasus yang menyeret lima nama pengelola program PNPM di Kotabaru Kabupaten Ende itu terkesan dipaksakan oleh jaksa.

Kasus Korupsi PNPM Kotabaru, Kuasa Hukum Sebut Sarat Muatan Politis
POS KUPANG/RYAN NONG
Para tersangka kasus PNPM Mandiri ditahan jaksa, Rabu (28/11/2018) 

Kasus Korupsi PNPM Kotabaru, Kuasa Hukum Sebut Sarat Muatan Politis

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kuasa hukum terdakwa kasus korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Mandiri di Kotabaru Kabupaten Ende menyebut kasus yang menyeret nama kliennya itu sarat unsur politis.

Hal ini diungkapkan Fasi Ignasius SH, kuasa hukum dari terdakwa satu (1) Yohanes Osmini dan terdakwa empat (4) Ambrosius Sena kepada POS-KUPANG.COM usai sidang pembelaan yang berlangsung pada Selasa (19/3/2019) sore di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1 Kupang, Provinsi NTT.

Fasi, demikian ia disapa, mengungkapkan kasus yang menyeret lima nama pengelola program PNPM di Kotabaru Kabupaten Ende itu terkesan dipaksakan oleh jaksa.

“Sebenarnya aneh, jaksa kita anggap melakukan perbuatan melawan hukum. Karena proses penyidikan jaksa tidak berdasar, mengapa? Karena sebelumnya dalam proses praperadilan yang kita lanyangkan kita menang dan hakim telah memutuskan untuk membatalkan seluruh proses penyelidikan dan proses proses ikutan setelahnya, tapi tidak sampai 24 jam jaksa keluarkan Sprint baru,” bebernya.

Ia berpendapat, kasus ini terkesan dipaksakan masuk dalam ranah korupsi karena yang terjadi sebenarnya adalah proses pinjam meminjam uang  dimana dalam proses tersebut dilakukan dengan surat perjanjian.

Bahkan, katanya, ada klien yang telah mengembalikan seluruh pinjaman itu jauh sebelum dilakukan penyelidikan oleh jaksa.

“Kalau jeli, sebenarnya yang terjadi adalah wanprestasi karena itu kasus pinjam-meminjam dengan perjanjian, kan ada syarat ketentuan dan jaminan,” bebernya.

Selain kliennya, terdakwa satu (1) Yohanes Osmini yang bertindak sebagai BKAD dan terdakwa empat (4) Ambrosius Sena selaku sekretaris UPK, tiga terdakwa lain yang didakwa secara bersama adalah terdakwa dua (2) Lambertus Tony Roga yang yang saat itu menjabat ketua UPK, terdakwa tiga (3) Hironimus Radho selaku PL dan terdakwa lima (5) Maria Edeltrudis Paka selaku bendahara.

Dalam kasus ini kliennya Yohanes Osmini yang meminjam berdasarkan perjanjian sebesar Rp 40 juta telah mengembalikan keseluruhan pinjaman tersebut. Demikian pula Maria Edeltrudis Paka pun telah mengembalikan seluruh pinjaman berjumlah Rp 35 juta pada 2016 atau sebelum masalah ini diselidiki, sama halnya dengan terdakwa Hironimus Radho yang telah mengembalikan seluruh pinjaman senilai Rp 15 juta.

Mahasiswi Universitas Terbuka Kupang Pingsan Saat Penyerahan Ijazah

Kesaksian Warga Malaysia saat Longsor di Tiu Kelep, Terjadi 3 Kali Getaran dalam 5 Menit

Hotel Nihiwatu Terbaik di Dunia Menjadi Pelanggan PLN Tercepat Membayar Tagihan Listrik di Sumba

Ajang Silaturahmi dengan Pelanggan, PLN Gelar Customer Gathering

Terdakwa lain, Ambrosius Sena yang meminjam Rp 35 juta juga telah mengembalikan sebesar Rp 10 juta dan terdakwa Lambertus Tony Roga yang meminjam Rp 60 juta belum mengembalikan pinjamannya.

Ia mengungkapkan dalam sidang yang digelar dengan agenda pembelaan, ia mengatakan pihaknya meminta hakim melepaskan para terdakwa dari tuntutan hukum.

“Kita meminta hakim untuk melepaskan mereka dari semua tuntutan, menyatakan para terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi, membebaskan para terdakwa dari dakwaan dan setidaknya melepaskan mereka dari tuntutan hukum,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa para terdakwa sendiri menyampaikan menolak dengan tegas bahwa mereka melakukan korupsi dan penyelewengan keuangan negara dalam hal peminjaman uang tersebut.

Sebelumnya dalam persidangan juga telah  dihadirkan 11 orang saksi atas kasus itu. Rencananya, sidang lanjutan akan digelar Selasa pekan depan (26/3/2019) untuk mendengarkan jawaban jaksa  Bagus Gede Arjaya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved