Dinkes Lakukan Pemulihan Pasien Gizi Buruk

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang segera menangani pasien gizi buruk yang ditemukan di masyarakat atau di lapangan

Dinkes Lakukan Pemulihan Pasien Gizi Buruk
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana 

Dinkes Lakukan Pemulihan Pasien Gizi Buruk

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang segera menangani pasien gizi buruk yang ditemukan di masyarakat atau di lapangan. Tindakan awal untuk pemulihan di Posyandu dan Puskesmas.

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Kupang, dr. Ary Wijana, Rabu (20/3/2019) malam.

Menurut Ary, jika ditemukan ada kasus gizi buruk di masyarakat, maka tindakan awal akan dilakukan di posyandu atau puskesmaa di mana pasien itu berada.

"Jelas, bahwa kalau gizi buruk bukan karena kelainan klinis,maka tindakan yang diambil adalah pemberian makanan tambahan untuk pemulihan," kata dr. Ary.

Di Kota Kupang - Rumah Penderita Gizi Buruk Beralaskan Tanah Berdinding Bebak

Dijelaskan, tindakan pemulihan itu dilakukan di posyandu atau di puskesmas.

Namun, apabila ada kelainan klinis ,maka emergencynya dirawat di rumah sakit.
dr. Ary juga mempersilahkan, apabila temuan kasus gizi buruk di Kelurahan Naioni ,Kecamatan Alak itu telah ada informasi dari Kepala Puskesmas Naioni, maka boleh dipublikasikan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suarnawa mengatakan, biasanya apabila balita terserang batuk pilek maka nafsu makan berkurang sehingga bisa terjadi kurang gizi.

Terkait temuan gizi buruk di lapangan, ia mengakui, ada petugas gizi yang akan melihat apakah gizi buruk pada balita itu akibat kelainan klinis atau bukan.

Di Kabupaten Sumba Timur Daerah Dengan Produksi Surplus Kasus Gizi Buruk Tertinggi

"Biasanya,petugas di posyandu atau puskesmas yang bisa membandingkan berat badan dengan tinggi badan maupun usia anak," kata Ngurah.

Tentang upaya yang dilakukan apabila ada temuan balita gizi buruk , ia mengatakan, ada tindakan seperti pemberian paket makanan tambahan (MT) selama 90 hari, selain ada juga Makanan Pendamping (MP) ASI. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved