Di Kota Kupang - Rumah Penderita Gizi Buruk Beralaskan Tanah Berdinding Bebak

Tubuhnya kecil, kurus dan pendek. William hanya mengenakan celana olahraga pendek berwarna biru.

Di Kota Kupang - Rumah Penderita Gizi Buruk Beralaskan Tanah Berdinding Bebak
Keterangan Foto/Ricko Wawo/
Kepala Puskesmas Naioni, dr.Panondang N. Panjaitan saat berkunjung ke rumah Wiliam Radja dan Jirwan Tamael, Rabu (20/3/2019) siang. 

Menurut keterangan dokter, keempat saudara Wiliam juga bertubuh pendek dan kurus.

Kata ibunya, Wiliam tidak suka makan sayur. Kadang-kadang, ia diberi makan nasi putih, mie atau telur.  "Minum air sumur," ungkap ibunya.

Dokter Panondang kemudian memberi penjelasan kepada ibunya mengenai pola makan dengan gizi yang cukup.

"Makanan harus mengandung protein, karbohidrat, nutrisi biar anak sehat," ujar dr Panondang.

Wiliam memiliki berat badan kurang dari tiga kilogram dan sejak lahir, dia sudah berada di titik merah gizi buruk.

Ibu Wiliam mengungkapkan anaknya itu tidak pernah sakit.
"Dia sehat-sehat saja," imbuhnya.

Panondang pun menyebutkan, rata-rata anak gizi buruk memang tampak sehat tetapi sebenarnya sangat rentan penyakit. Kalau normal, berat badan anak di atas tiga kilometer.

"Gizi buruk sangat berpengaruh pada daya tangkap anak. Kemampuan kognitif dan psikomotorik juga rendah," timpalnya.

Sebelum beranjak, dokter berpesan agar Wiliam dan ibunya pergi ke puskesmas besok hari supaya anaknya ditimbang dan diberi makanan tambahan.

Penderita gizi buruk lainnya Jirwan Tamael, juga turut dikunjungi hari itu. Jirwan termasuk salah satu dari tiga anak penderita gizi buruk yang ada di wilayah Puskesmas Naioni.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved