Di Kabupaten Sumba Timur Daerah Dengan Produksi Surplus Kasus Gizi Buruk Tertinggi

Ibarat tikus mati di lumbung padi. Ini yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur. Daerah dengan produksi surplus justeru kasus gizi buruk tertinggi.

Di Kabupaten Sumba Timur Daerah Dengan Produksi Surplus Kasus Gizi Buruk Tertinggi
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kadis Kesehatan Sumba Timur, Dr. Chrisnawan Try Haryantana. 

Di Sumba Timur Daerah Dengan Produksi Surplus Kasus Gizi Buruk Tertinggi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU- Ibarat tikus mati di lumbung padi.  Ini yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur. Daerah dengan produksi surplus justeru kasus gizi buruk tertinggi. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur Dr. Chrisnawan Try Haryantana menyampaikan itu kepada POS-KUPANG. COM di ruang kerjanya, Rabu (20/3/2019) siang.

Chrisnawan menungkapkan kasus gizi buruk dilaporkan tertinggi di daerah-daerah sebagai penghasil lumbung padi atau penghasil tanaman pangan berlimpah seperti Pahunga Lodu, Pandawai, dan Lewa.

Said Aqil Dilapor ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan PBNU

Chrisnawan juga menungkapkan, sebenarnya menurut pihaknya melihat kasus gizi buruk ini bukan hanya terjadi di daerah di Sumba Timur yang ketersediaan bahan pangan yang kurang atau terbatas, namun malah gizi buruk ini lebih banyak kasusnya terjadi di daerah-daerah di Sumba Timur yang tergolong memiliki penghasilan pangan melimpah.

"Ini sebuah fenomena yang harus ditelusuri, kebanyakan di daerah-daerah penghasil lumbung padi atau penghasil tanaman pangan melimpah seperti Pahungalodu, Pandawai, dan Lewa justru dilaporkan paling tinggi kasus gizi buruk terjadi, atau kah mungkin karena keatifan petugas dalam mendata kasus ini, dan mungkin wilayah lain seolah-seolah tidak ada, tapi ini kan petugas tahu melalui penimbangan di posyandu. Mungkin ada yang terkejut mendengar pernyataan saya ini, kalau daerah seperti Haharu, Rambangaru, Napu ya wajarlah kalau gizi buruk ada dan tinggi karena daerah ini terkenal penghasil bahan pangan yang kurang,"kata Chrisnawan.

264 Balita di Sumba Timur Gizi Buruk

Menurut Chrisnawan gizi buruk terjadi karena pertama kurang asupan makanan bergizi atau masalah pola komsumsi dan pola lain sebagainya seperti kemiskinan atau ketersediah bahan pangan sangat terbatas.

"Tentunya untuk penangan kasus Gizi buruk ini Dinas Kemakmuran yang terkait tanaman pangan dan juga dinas Pendidikan harus juga terlibat aktif terkait pola makanan,"imbuh Chrisnawan.

Menurut Chrisnawan, Sumba Timur dikatakan minus terkait ketersediaan bahan pangan tidak mungkin, karena sebenarnya banyak sekali pangan yang bisa digunakan dengan menggunakan kearifan lokal yang ada misalnya makan-makanan yang sifatnya khas lokal.

Banyak Bangunan di Rana Loba, Kabupaten Manggarai Timur Tidak Memilikki IMB

Selain itu, masih menurutnya, penyakit rakyat juga bisa menyebabkan orang jadi gizi buruk baik itu pada bayi yang baru lahir, atau pada ibu yang sementara hamil. Kalau pada ibu yang sementara hamil karena apa banyak mengalami gizi buruk karena usia terlalu muda, terlalu sering melahirkan, terlalu banyak melahirkan, dan usia mungkin terlalu tua.

Chrisnawa juga menjelaskan sebanyak 264 orang anak bawa lima tahun (Balita) di Kabupaten Sumba Timur menderita gizi buruk pada tahun 2017 dan Tahun 2018 sedangkan tahun 2019 datanya belum ada. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved