Curi Kabel Listrik, Tiga Pria Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

Karena curi kabel listrik, tiga pria ini diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

Curi Kabel Listrik, Tiga Pria Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Kanit Pidum, Reskrim Polres Lembata, Bripka David Wirtha (pegang berkas perkara) saat bersama dua penyidik pidum di ruang penyidik, Rabu (20/3/2019). 

Karena curi kabel listrik, tiga pria ini diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Tiga oknum pencuri kabel di Belang, Desa Watokobu, yakni Ma'arif, Yohanes Junilan dan Ahmad Muji Sukur, akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata. Bila tak ada halangan, maka Kamis (21/3/2019) besok, tiga tersanga itu akan digelandang menuju kejaksaan.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira, ketika dihubungi POS- KUPANG.COM di mapolres setempat, Rabu (20/3/2019).

Produksi dan Distribusi Surat Suara Ditargetkan Selesai 27 Maret 2019

Dikatakannya, penyerahan tersangka itu setelah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus tersebut dinyatakan telah lengkap atau P21 oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata.

"Dalam kasus ini berkas perkara sudah dinyatakan lengkap, sehingga tersangkanya akan diserahkan ke kejaksaan, Kamis (20/3/2019)," ujarnya.

Mantan Ketua KPU Sumba Barat Minta KPU Gencar Sosialisasikan Surat Suara kepada Warga

Dalam kasus tersebut, ketiga oknum tersebut dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Hal yang memberatkan, adalah tindakan pidana tersebut dilakukan secara bersama-sama dan pada malam hari.

Sebelumnya, harian ini memberitakan, dalam kasus tersebut, polisi memeriksa lima orang saksi. Polisi juga sudah memeriksa saksi kunci kasus tersebut, yakni Kepala Desa Bolibean, Kecamatan Nagawutun, Paulus Dolu.

Paulus dimintai keterangan, karena yang bersangkutan memergok ketiga oknum pencuri itu sedang beraksi, mencuri kabel konduktor di Belang, Desa Watokobu, saat tengah malam.

Kabel konduktor itu ditempatkan di lokasi kejadian di Belang, Desa Watokobu, untuk memudahkan petugas memasang jaringan listrik PLN ke desa-desa di jalur jalan menuju Kecamatan Nagawutun tersebut. Lokasi pencurian itu berada tak jauh dari tempat dilakukan seremoni adat untuk pemasangan jaringan listrik ke wilayah tersebut.

Disebutkan pula bahwa mulai Januari sampai pertengahan Maret 2019 ini, ada sekitar 10 laporan kasus pidana kepada polisi. Dari 10 kasus tersebut, 4 diantaranya adalah kasus pencurian.

4 Kasus pencurian tersebut, yakni pertama pencurian 100 gram perhiasan emas di toko lama Omega Baru dengan pelaku seorang perempuan bernama Enjel. Kasus kedua, yakni pencurian sepeda motor, ketiga, pencurian uang Rp 8 juta dan terakhir pencurian kabel listrik di Belang, Desa Watokobu. "Untuk kasus pencurian sepeda motor dan pencurian uang, saat ini masih dalam penyelidikan polisi," ujar Kasat Yohanis. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved