Terkait Kasus Prostitusi Online, Ini Imbauan Polda NTT

Para orangtua diimbau untuk intens mengawasi dan mengontrol anak-anaknya di lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial

Terkait Kasus Prostitusi Online, Ini Imbauan Polda NTT
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast 

Terkait Kasus Prostitusi Online, Ini Imbauan Polda NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Para orangtua diimbau untuk intens mengawasi dan mengontrol anak-anaknya di lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial, Senin (18/3/2019).

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules A. Abast ketika ditemui di ruang kerjanya di Mapolda NTT.

"Kami mengimbau kepada masyarakat terutama orangtua untuk lebih intens mengawasi putra-putrinya karena di era digital dan dunia informasi yang semakin berkembang banyak aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, pengawasan para orangtua perlu dilakukan karena sasaran dari para mucikari yang saat ini menggunakan media sosial lebih menyasar anak muda yang masuk dalam kategori generasi milenial.

Hal tersebut dapat dilihat dari pengungkapan kasus dugaan prostitusi 'Online' baru-baru ini. Para korban terdiri dari perempuan muda dengan kisaran umur 18-22 tahun

Fenomena Golput Kalangan Milenial, Pengamat : Disengaja Karena Tidak Tertarik Yang Ditawarkan Capres

Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 19 Maret 2019, Gemini Masalah Keuangan, Sagitarius Masalah Karier

Gissela Anastasia dan Wijaya Saputra Terciduk Bermesraan di Pusat Perbelanjaan, Jadian?

"Yang menjadi korban dari rayuan mucikari ini kan bukan ibu rumah tangga. Akan tetapi perempuan yang masuk dalam kisaran generasi milinial," katanya.

"Orangtua harus lebih perhatikan tentang pergaulan anak-anaknya dan membatasi dan mengawasi penggunaan media sosial supaya media sosial yang digunakan untuk hal-hal yang negatif," tambahnya.

Untuk pihak sekolah, lanjut Kombes Pol Jules, diharapkan memberikan imbauan dan edukasi kepada para siswanya untuk menghindari pergaulan bebas, seks bebas, dunia malam dan mabuk-mabukan serta merokok di usia dini.

Menurutnya, perilaku tersebut setidaknya menggiring anak-anak milenial ini menyimpang dari norma yang ada sehingga pihak sekolah perlu memberikan imbauan secara kontinyu.

Dijelaskannya, untuk menangani hal tersebut pihaknya secara kelembagaan juga memiliki program-program dari sekolah ke sekolah tentant potensi gangguan Kamtibmas maupun tertib berlalulintas.

"Kami juga sudah ada program-program dari sekolah ke sekolah ttg potensi gangguan Kamtibmas yang muncul baik kita sebagai korban tindak pidana maupun pelaku tindak pidana. Kami rutin laksanakan dengan program yang ada," tegasnya.

Pengumuman SNMPTN 2019 Dipercepat

Penembakan di Utrecht Belanda, Tiga Tewas, Polisi Buru Pria Turki Berusia 37 Tahun

Mantan Direktur Keuangan Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara dan Membayar Denda Rp 1 Miliar

Selain itu, Kombes Pol Jules juga mengatakan, peran aktif tidak hanya sekedar para orangtua dan sekolah. Namun, lanjut dia, diperlukan peran aktif dari stakeholder yang ada.

Stakeholder tersebut diantaranya pihak LSM, pemerhati perempuan dan anak, pemerintah dam pihak gereja.

"Kami juga berharap tidak hanya kami yang bergerak akan tetapi setiap stakeholder," tambahnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana.)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved