Cegah Keributan, Tokoh Agama Himbau Para Caleg Beri Pendidikan Politik Positif Kepada Warga

Tokoh agama berharap semua elemen masyarakat Sumba Barat terutama para calon legislatif harus menjaga suasana keamanan

Cegah Keributan, Tokoh Agama Himbau Para Caleg Beri Pendidikan Politik Positif Kepada Warga
POS KUPANG/PETRUS PITER
Pendeta GKS Waikabubak, SB, Pendeta Theofilus Mete

Cegah Keributan, Tokoh Agama Himbau Para Caleg Beri Pendidikan Politik Positip Kepada Warga

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Tokoh agama (Toga) menghimbau masyarakat Sumba Barat umumnya dan para calon legislatif khususnya untuk memberikan pendidikan politik positip kepada masyarakat demi mencegah terjadi kericuhan pada pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden tanggal 17 April 2019.

Berikanlah pencerahan politik yang baik agar masyarakat memahami tugas dan tanggungjawab menjadi anggota legislatif sehingga masyarakat menentukan pilihan yang benar pula. J

angan memberikan janji sesuatu yang justru menimbulkan persoalan ditengah masyarakat.

Tokoh agama berharap semua elemen masyarakat Sumba Barat terutama para calon legislatif harus menjaga
suasana keamanan dan ketertiban daerah ini tetap kondusif agar pelaksanaan pemilu berjalan aman dan dama.

Demikian pesan yang disampaikan Pendeta Gereja Kristen Sumba (GKS) Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Pendeta Theofilus Mete di ruang kerjanya , Senin (18/3/2019).

Ini Hasil Klasemen Liga Inggris - Liverpool Unggul 2 Angka atas Manchester City

KEMMAS Kupang Galang Dana Untuk Korban Bencana di Sentani

Ramalan Zodiak Kamu Hari Ini Selasa 19 Maret 2019 Cancer Hati-hati Libra Pekerjaan Baru Leo Sukses

Menurut Pendeta Theofilus Mete, pemilu kali ini adalah pemilu tersulit i di dunia dimana terjadi lima kejadian dalam sehari. Kondisi itu harus terjaga baik dan bila tidak terjaga baik bakal menimbulkan kekacauan.

Karena itu penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, Bawaslu selaku pengawas pemilu dan para calon legislatif harus gencar mensosialisasikan hal itu kepada masyarakat agar masyarakat memahami sehingga memberikan pilihan yang tepat dengan mencoblos yang benar tanggal 17 April 2019.

Dalam kesempatan itu, ia meminta jemaat Kristen Sumba Barat khususnya dan masyarakat Sumba Barat umumnya menjadikan pemilu kali ini sebagai pemilu bermartabat dan damai di Sumba Barat tanggal 17 April 2019.

Pendeta Theofilus menambahkan, selama ini, dibeberapa kesempatan memimpin ibadah, senantiasa memberi himbuan kepada jemaat agar menjaga suasana damai selama masa kampanye hingga hari pelaksanaan pemilu tanggal 17 April 2019.

Baginya gereja hadir bukan dalam arti terlibat pada politik praktis tetapi hanya memberikan seruan moral agar pesta demokrasi kali ini berakhir damai.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Sumba Barat yang juga adalah rato Kampung Tarung Sumba Barat, Lado Regi Tera.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbau agar para calon legislatif tidak menjanjikan sesuatu kepada masyarakat dan sebaliknya masyarakat jangan muda menerima setiap tawaran yang datang yang justru membuat dirinya dilema menentukan pilihan.

Sebagai tokoh masyarakat, ia netral demi menjaga suasana kedamaian. Apalagi diantara para calon legilatif masih memiliki hubungan keluarga dekat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved