Polisi Akan Minta Keterangan Ahli ITE Terkait Kasus Dugaan Prostitusi Online, Sudah Periksa 8 Saksi

Polisi akan minta keterangan ahli ITE terkait kasus dugaan prostitusi online, sudah periksa 8 saksi

Polisi Akan Minta Keterangan Ahli ITE Terkait Kasus Dugaan Prostitusi Online, Sudah Periksa 8 Saksi
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast 

Polisi akan minta keterangan ahli ITE terkait kasus dugaan prostitusi online, sudah periksa 8 saksi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Polisi akan meminta keterangan ahli ITE guna melengkapi berkas perkara dugaan prostitusi online.

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules A Abast ketika ditemui di ruang kerjanya di Mapolda NTT, Senin (18/3/2019) sore.

BREAKING NEWS: Plt Camat Buyasuri Diperiksa Penyidik Tipikor Terkait Penyalahgunaan Dana

"Langkah tindak lanjut kami akan memeriksa ahli di bidang ITE. Nanti ahli ITE itu yang akan kami mintai keterangan sebagai keterangan ahli untuk memenuhi alat bukti menurut KUHP dimana salah satu alat bukti dalam KUHP adalah keterangan ahli," tegas Kombes Pol Jules.

Lebih lanjut, pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan terkait dengan jaksa yang akan ditunjuk sebagai kaksa peneliti maupun JPU dari pihak Kejaksaan Tinggi NTT. "Itu perkembangannya," tambah Kombes Pol Jules.

KPU NTT Gelar Sosialisasi Bagi Pemilih Pemula, Goes To Campus

Kombes Pol Jules juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus tersebut.

"Kami periksa delapan saksi. Sesuai kategori yang ada yakni saksi itu yang melihat, mengetahui, mendengar dan mengalami terkait tindak pidana yang terjadi," ujarnya

"Sehingga delapan saksi tersebut yang saat ini sudah kami mintai keterangan. Secara detail kami tidak bisa sebutkan siapa-siapa. Nanti di persidangan baru kami lengkapi saksi-saksi tersebut," ungkapnya Kombes Pol Jules.

Pemilu 17 April 2019 Bertepatan Rabu Trewa, KPU Flotim Sudah Siapkan Skenario

Saat ditanya apakah ada tersangka baru dalam kasus tersebut, Kombes Pol Jules menjelaskan, saat ini belum ada ada penetapan tersangka baru.

"Saat ini kami fokus pada pemeriksaan dua tersangka tersebut. Sehingga sampai saat ini belum ada penetapan tersangka baru," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved