Kepala Desa Hoi Edinius Tuke Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung PAUD dan Posyandu

Kepala Desa Hoi Edinius Tuke Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung PAUD dan Posyandu

Kepala Desa Hoi Edinius Tuke Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung PAUD dan Posyandu
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH (kiri) bersama Kasi Intel Kejari TTS, Moureat Kolobani (kanan) saat memberikan keterangan terkait kasus korupsi desa Hoi, Senin (18/3/2019). 

Kepala Desa Hoi Edinius Tuke Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung PAUD dan Posyandu

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Edinius Tuke resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan gedung PAUD dan Posyandu senilai Rp 212.963.000 pada tahun 2016 silam.

Walau sudah menyandang status tersangka, Kades Edinius belum ditahan Kejaksaan Negeri TTS karena dua pertimbangan utama.

Kades Neke Simon Silla Klarifikasi Jumlah Meteran Listrik yang Sudah Terpasang

Pertama, pertimbangan moment Pemilu yang sudah dekat, dimana kepala desa selain sebagai pembina politik di tingkat desa tetapi juga sebagai pembina TPS di tingkat desa.

Kedua, hingga saat ini SPJ penggunaan dana desa tahun 2018 belum diselesaikan oleh tersangka.

Oleh sebab itu, pihak Kejari menunggu penyelesaian SPJ dana desa agar tahapan pencairan dana desa tahun 2019 tidak terganggu.

DBD Masih Berkecamuk di Sumba Timur, Jumlah Pasien yang Terkena Serangan Capai 732 Orang

"Kita prioritaskan kesuksesan penyelenggara pemilu dan pencairan dana desa tahun 2019 agar pembangunan tidak terganggu oleh kasus ini. Karena apa bila SPJ tahun 2018 nya belum diselesaikan, maka dana desa tahun 2019 untuk tahap 2 tidak bisa dicairkan. Oleh sebab itu kita menunggu moment Pemilu selesai dan SPJ sudah selesai maka tersangka akan kita tahan," ungkap Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin (18/4/2019) di ruang kerjanya bersama Kasi Intel Kejari TTS, Moureat Kolobani.

Terkait keterlibatan sang kepala desa dalam kasus tersebut lanjut Khusnul, ada bukti dimana kepala desa melakukan persengkongkolan dengan rekanan yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka Vinsensius Sonbay.

Sang Kades diduga kuat ikut menikmati aliran korupsi dana desa tersebut. "Kita ada bukti jika aliran uang korupsi juga masuk ke kantong kepala desa. Selain itu, kepala desa juga sudah mengakui jika ada aliran uang korupsi yang ikut dinikmatinya," ujarnya.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Jaksa Kejaksaan Negeri TTS, Kamis (29/11/2018) sore melakukan pengeledahan kantor Desa Ho'i, Kecamatan Oinino, rumah bendahara desa dan rumah kepala desa.

Dari tiga tempat tersebut, jaksa menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Posyandu dan Paud yang dibangun dengan anggaran dana desa tahun 2016 senilai Rp 212.963.000. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved