Prostitusi Online di Kota Kupang

Ada Ladies Mangkal di Hotel Berbintang di Kota Kupang

Hotel yang dijadikan 'lokasi mangkal' para PSK online ini, yakni di Naikoten 1, TDM, Fatululi, Oepoi, Oesapa Selatan dan Kelapa Lima.

Ada Ladies Mangkal di Hotel Berbintang di Kota Kupang
TribunFile
Mahasiswi prostitusi online 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Banyak kalangan terkejut dengan terungkapnya praktek prostitusi yang dilakukan secara online. Fakta baru yang mengejutkan muncul ketika Pos Kupang berusaha menelusuri kelanjutan dari prostitusi online di Kota Kupang.

Kalau sebelumnya para PSK adalah cewek-cewek lokal (NTT), ternyata ada juga yang datang dari luar NTT. Umumnya yang berasal dari luar NTT ini beroperasi di hotel-hotel berbintang. Catatan Pos Kupang, hotel yang dijadikan 'lokasi mangkal' para PSK online ini, yakni di Naikoten 1, TDM, Fatululi, Oepoi, Oesapa Selatan dan Kelapa Lima.

Sistem kerja yang dipakai adalah bokingan secara online. Mereka memasang fotonya semenarik (seksi) mungkin di aplikasi tersebut. Bila ada 'pemakai' mereka akan langsung memberitahukan tarif long time (12 jam) dan short time (4 jam).

Polisi Akan Minta Keterangan Ahli ITE Terkait Kasus Dugaan Prostitusi Online, Sudah Periksa 8 Saksi

"Kalau mau boking, Rp 1 juta st/4 jam sama kamar, Rp 1,9 juta lt/12 jam sama kamar full services. Kalau setuju, hubungi manager saya. Ka' bilang aja mau boking S**ta."

Demikian jawaban dari sebuah akun online bernama S**ta. Dia memberikan nomor managernya. Saat dikontak, managernya meminta agar ditransfer dulu DP melalui rekening. Bila sudah ditransfer barulah dipertemukan dengan cewek yang diboking.

"Kalau yang ladies hotel ini, rata-rata dari luar NTT. Mereka datang dua atau tiga orang bersama managernya, saya lihat kayaknya bencong. Manager ini yang atur uang dan jemput tamu di lobi hotel. Kalau setuju nanti dia jemput dan langsung bawa ke kamar hotel," ujar seorang pengusaha di Kota Kupang yang mengaku lebih aman menggunakan sistem seperti ini.

Harga yang diberikan mereka pun bervariasi. Ada yang bisa ditawar namun ada yang tidak mau. "Sistem kerja kami seperti ini. Tidak bisa langsung ke kami, tapi harus lewat manager. Kalau tidak setuju, tidak apa-apa," ujarnya.

Terkait Ditangkapnya Mucikari Prostitusi Online, LPA Apresiasi Respon Cepat Polisi

Kepolisian Daerah (Polda) NTT berhasil membongkar jaringan prostitusi online. Polisi membekuk dua warga Kota Kupang, MD alias AB (22) dan YDP alias DD (40) yang berperan muncikari atau germo. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
1234
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved